Kuliah

udah lama ga nulis…

hahaha.. sejak aku jadi mahasiswi ITB, ternyata anak kuliahan te sibuk, ya?

Pergi pagi, pulang malem (jam 6  pagi sampai 6 sore)

Kuliah tahun pertama di ITB itu dinamain TPB, Tahap Persiapan Bersama. Sistemnya, kyanya masih hampir sama kayak di SMA. Bedanya, yg ini ga pake seragam. Kata angkatan-angkatan atas, TPB itu Tahap Paling Bahagia.

“Mumpung masih TPB, manfaatin tuh…! jgn belajar aja!”

haha, tapi kebanyakan anak TPB itu (yg aku temui) lebih memilih untuk belajar yg keras. Katanya, “Harus dapet  IP 4″.

Aku pernah nanya ke salah seorang teman, “Kamu ikutan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) apa aja?” Dan dia bilang, “Semester satu ini aku ga akan ikutan organisasi dulu, mau fokus belajar aja… Kalau nanti IP nya bagus, semester dua baru aku mau ikut UKM. Tapi kalo jelek,,, ga dulu deh…”

Waktu itu kakak aku pernah bilang,

“Put, kalau mau punya jaringan yang luas, banyak temen dan pengalaman, ikut KM (Keluarga Mahasiswa).. Atau daftar kepanitiaan acara gede. Lumayan lho put… asik kalo punya banyak temen..”

Trus aku  bilang, “ah ga ah.. Tar jadi sibuk, lagi. Musim UTS nih. huha. Kan aku mau dapet IP 4. hehe”

“Ya ampun put,  IP 4 mah gampang… TPB put,, TPB…!”

Kata kakak ku itu, buat dapet hasil yg memuaskan di TPB itu lebih mudah daripada nanti pas udah masuk jurusan. Soalnya, materinya masih kayak SMA, sistemnya juga masih teratur.. Karena itu, mumpung TPB, banyakin aktif di kampus.. Buat pengalaman..

Di lingkup mahasiswa, ada istilah “kupu-kupu” (KUliah-PUlang-KUliah-PUlang) dan “kura-kura” (KUliah-RApat-KUliah-RApat). Tapi aku ga mau jadi salah satu diantara itu. Aku mau jadi “kuman” aja, KUliah-MAeN. hahaha..

udah dulu ah…

to be continued…

Dan Aku pun Benci Menangis

Sebuah pertemuan dengan seseorang, mengingatkanku pada kejadian kira-kira empat tahun yg lalu. Kejadian yg tak akan pernah aku lupakan. Menyakitkan, tapi mungkin itu jalan kehidupanku. Sudah alurnya begitu.

Empat tahun yg lalu. Aku dihadapkan pada suatu masalah. Bagiku itu masalah besar. Dan tak ada teman disampingku. Aku sendiri. Aku merasa benar-benar sendiri. Kesal, dendam, marah, benci, semua ada pada diriku. Emosiku meluap dan aku pun menangis sejadi-jadinya. Bagaimana tidak, aku sudah mencoba mencari solusi, tapi gagal. Segala bentuk asas usaha telah ku coba. Hasilnya, NIHIL. Aku pun tetap dalam masalah dan kesendirianku.

Ah, ku akui, dulu aku memang cengeng. Dalam tangisanku yg panjang itu, aku berpikir tentang “aku”. Aku merenung, kenapa masalah ini ada. Pikiranku melanglang buana. Terbang kesana kemari. Dan akhirnya aku benci menangis. Tak ada gunanya menangis. Toh air mata ini ga bisa menyelesaikan masalahku. Toh aku disini tetap sendiri. Sejak itu, aku benci menangis. Aku jadi tak peduli pada orang disekitarku. Toh mereka jg tak peduli padaku. Aku benci orang2 yg di kala itu membuat aku terjerembab pd masalah. Tapi aku tak mau jatuh. Aku malah jadi semangat untuk bangkit. Aku buktikan pada mereka kalau aku bisa lebih. Aku tak peduli orang2 ada disampingku atau tidak. Aku belajar menyelesaikan masalahku sendiri. Aku tak mau lagi berharap banyak pada orang2 sekitarku. Aku benci terlihat lemah dengan menangis. Aku harus bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Dan ternyata hal itu telah mendewasakan ku.

Dari masalah itu aku mendapat pelajaran besar untuk menjadi dewasa dan lebih luar biasa. Masalah itu ada sebagai pembelajaran hidup. Tak ada orang yang tak punya masalah. Dan tak ada masalah yg tak ada solusinya. Tak ada masalah yg tak membuat kita jadi lebih luar biasa. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Just enjoy it.

Ketika Aku Harus Pergi

Sebuah perenungan hidup
Entah kenapa, akhir-akhir ini aku dihadapkan dengan hal mengenai kiamat dan kematian.

Seminar “2012″
Film “Knowing”
Lagu “Ketika tangan kaki bicara”
Kabar kematian saudara saudara seiman

Semuanya membuatku berpikir
Tentang apa yang akan terjadi suatu saat nanti
Tentang fenomena-fenomena langit yang diprediksi akan terjadi
Tentang fakta ilmiah yang menjelaskan semua itu

Sekali lagi aku merenung
Sekali lagi air mataku menetes
setelah sekian lama..

Oh Rabb..
Aku takut…
Aku takut saat hari itu datang, aku tidak sedang bersamaMu
Aku takut menyia-nyiakan waktuku yang masih tersisa ini
Aku takut aku tak bisa mengemban amanat ini, sebagai manusia di muka bumi
Aku takut karena aku belum bisa sempurna menjaga hijab ini
Aku takut saat aku harus pergi aku tidak sedang mengingatMu
Aku takut saat aku tidur malam ini aku tidak bisa terbangun lagi
Aku takut malaikat pencabut nyawa itu datang dengan muka garang dan dengan kasar mengambil sesuatu dariku
Aku takut membuatMu kecewa
Aku takut suatu saat nanti aku harus mendekam lama di tempat yang panas

Rabb..
Aku benar-benar takut
Tapi tak juga aku meninggalkan hal yang tak Kau suka
Tapi tetap saja aku lalai dari yang Kau perintahkan

Rabb…
Tuntun aku selalu..
Bimbing aku..
Tegur aku kalau itu bisa membuatku sadar dan semakin dekat denganMu..

Rabb..
Bawa aku bersamaMu
Aku ingin Kau bangga menciptakanku
Aku ingin mencintaiMu
Aku ingin menjadi kekasihMu..

Tunggu Aku di Galaksi Impian

Kulihat langit
Hitam, namun tak mencekam
Malam yang penuh bintang
Mereka tampak bersahutan
DamaiAh ya,
Kutatap sekali lagi
Dan disana, tepat di bawah rasi bintang orion
Aku bayangkan dan gambarkan satu galaksi
Ku beri nama, Galaksi Impian
Disana, kugantungkan semua mimpi
Galaksi Impian, akhir dari semua perjalanan, perjuangan,
dan impian

Sungguh aku ingin kesana..
Saatnya aku mengubah orientasi
Kunikmati hari-hari
Kujalani dengan pasti
Dan kini saatnya beraksi

Tunggu aku di Galaksi Impian
Aku akan datang bersama bintang-bintang

Bandung, 30 Juni 2009

di kesunyian kesendirianku

I’m Surprise! Alhamdulillah.. :)

18 Juli 2009
Sekitar pukul 8 malam
Setelah melakukan aktivitas yang cukup menguras tenaga di siang hari, akhirnya tiba juga malam waktunya untuk istirahat. Malam itu sy belum ngantuk. Biasanya jam segitu sy buka laptop, trus internetan. Tapi waktu itu sy lg males buka laptop dan sy memutuskan untuk membaca buku aja, sambil denger acara favorit sy di radio MQ FM tiap akhir pekan (malming), sambil buka pesbuk dari hp (biar ga ngantuk ceritanya).

Hm, sebelum itu, mundur dulu ke beberapa hari sebelumnya. Tanggal,,,hm,,berapa ya,, lupa, haha. Pokonya waktu itu ada yang ngajak buat ikutan lomba blog. Dia bilang ni lomba dalam rangka pengumpulan 1000 blog pelajar yang diadain sama KARISMA ITB. Awalnya sy ga terlalu minat. Apalagi pas dia bilang ini untuk pelajar, sy kan udah lulus. Haha.. Besoknya, ada sms dari temen yang ngajakin ikut lomba itu juga. Sedikit tertarik lah si sy buat ikutan lombanya. Trus kata yang pertama ngajak te, katanya sy masih boleh ikut, karena belum jadi mahasiswa. Dan akhirnya sy memutuskan untuk ikutan aja deh. Toh syarat ikutannya juga gampang. Langsung deh sy daftar…

Sebenernya sy ga berharap menang. Cuman mau numang nampang eksis aja di situs itu, biar banyak yang nge-klik ceritanya. Kalaupun sy menang, kan diundang untuk dateng ke acara puncaknya di Aula barat ITB tanggal 19 jam 9. Tapi pas tanggal segitu sy ada acara keluarga di rumah. Yah, karena itu sy ga berharap menang. Istilah sy kala itu, sy ikutan lomba, tapi ga berani dapet resiko MENANG. Haha.

17 Juli 2009
Iseng-iseng buka situsnya KARISMA ITB, tempat sy ngedaftarin blog. Disitu tertulis, “untuk pengumuman pemenang akan diumumkan besok tanggal 17 Juli 2009″. Wah, berarti hari ini dong?! Tapi pas sy cari cari pengumumannya, mana ya..? Ko ga ada..? Ya, ku akui, hasrat untuk jadi juara itu selalu ada dalam diriku. Wlau ga berharap menang, tp siapa juga yang ga mau menang. Haha. Tapi udah dari pagi sampai sore sy tongkrongin situs itu, belum juga ada pengumumannya. Berhubung malam itu sy ada harus pergi ke Jakarta, nganter nenek ke rumah sodara, sekalian silaturahmi juga sekeluarga, jadi sy melupakan pengumuman itu. “Ga bakal menang”, pikir sy.

18 Juli 2009
Besok di rumah mau ada arisan keluarga. Jadi ibu dan sy tampak sibuuuuuk banget nyiapin smuanya. Siang yang melelahkan. Malemnya, pas buka pesbuk, ada orang yang entah siapa ngomentarin status sy. Ngobrol ngobrol dan akhirnya obrolannya nyangkut di masalah blog. Dia bilang dia mau nge-hack blog sy (main-main). Tapi gara-gara itu sy jadi ingin buka blog. Waktu itu bener-bener ga keinget klo sy ikutan lomba.Trus langsung deh sy buka, dan ngeliat ’statistik blog’nya. Dari sana bisa keliatan, hari ini ada berapa orang yang liat blog sy, postingan mana aja yang di klik, dan dari mana aja orang nge-klik link blog sy itu. Nah, pas sy liat yang ngeklik blog sy itu dari ” http://karisma-itb.org/starityvaganza/penghargaan-jatuhkan-kepada-jreng-jreng-_/ “. Lho, wah, jangan-jangan sy menang, pikir sy. Trus sy klik aja deh itu link. Sambil deg-degan gt. Buku yang tadi lagi rame di baca jadi ga rame lagi. Suara radio yang tadinya dinikmati, jadi ga kedengeran! *lebay* Dan pas sy baca perlahan, da dari hp tea, ga langsung semua kebaca kan. Dan disitu tertulis nama blog sy yang termasuk sebagai 15 orang “pemberuntung” yang mendapatkan reward.

waaah^^WOW! Subhanallah, Alhamdulillah… Surprise bgt! Sy kaget sekaligus seneng dan juga bingung. Kaget karena sy ga berencana untuk menang. Seneng, ya iyalah, siapa juga yang ga seneng jadi juara. Bingung kerena besok sy ga bisa dateng… Duh gimana dong ya.. Dan akhirnya karena udah ngantuk, sy tidur dalam tiga rasa itu. Hha.

19 Juli 2009
Sekitar jam 3 sore
Setelah acara arisan selesai, setelah beberes rumah, sy buka laptop, dan mulai membenahi blog sy karena udah 2 orang yang ngasih kritik dan saran mengenai tampilan blog sy yang kurang pas.
Malamnya, sy blogwalking ke blog-blog yang juga jadi “pemberuntung” dan sedikit meninggalkan jejak sebelum sy merasa benar-benar mengantuk.

20 Juli 2009
Pagi-pagi sy buka laptop lagi dan internetan lagi. Sy masih penasaran dengan kemenangan sy itu. Dan akhirnya sy memutuskan untuk menanyakannya ke panitia acara STARITY VAGANZA. Sy nanya dapet hadiah apa dan kapan hadiahnya bisa diambil. Haha. Dan katanya minggu-minggu ini. Oke, sy udah ga penasaran lagi. Dan senang tentunya.

Subhanallah, ga nyangka malah jadi pemenang.. Alhamdulillah..
Surprise pisan lah.. Haha..
Tapi pelajaran kali ini, “Kalau ikutan lomba, harus siap nerima resiko untuk MENANG” hEhe..
Kalah itu biasa, dan menang itu LUAR BIASA.
Tapi kalaupun ternyata dapet yang biasa, ga da salahnya buat kita ngeubahnya jadi yang LUARBIASA.
Karena harga dari sebuah pengalaman, terlepas jadi pemenang atau bukan, itu sangat mahal.
Kesempatan di hari itu, detik itu cuma sekali. Ambil dan manfaatkan !
Just Try and Error. It’s not bad. :)

thumb up

Yuk Kenalan sama Penulis ^^

Oke, kenalin, namaku Ramadhani Putri Ayu. Biasanya temen temen manggil aku Putri, Raput, Pupu, Ramadhani, Ram-ram, dst dll dkk. Tapi kalau di rumah aku biasa dipanggil Puti. Tanya kenapa? Karena dulu aku ini cadel, ga bisa nyebut “R”. Tapi karena kesungguhan dan kegigihan kakakku tersayang yang ngajarin aku bilang “R”, sekarang aku jadi ga cadel lagi. Aku ini anak blasteran jawa-minang. Ayah dari jawa, dan ibu dari padang. Aku sendiri lahir di Padang tanggal 21 Maret 1992. Saat umurku 25 hari, aku udah terbang ke Bandung dan menetap disini. Kalau ada yang nanya aku ini orang mana,aku suka jadi bingung. Secara, kalo aku bilang orang padang, aku ini tinggal di Bandung sejak bayi. Kalau aku bilang orang Bandung, da ga bisa bahasa Sunda dan ga ada keturunan orang Bandung sedikitpun. Kalau dibilang orang jawa juga makin aneh, da lahir di padang dan tinggal di bandung. Jadi kalau ada yang nanya aku orang mana, ya aku jawab orang Indonesia ASLI! Haha.

Aku ini orangnya berkemauan keras, usil, dan bandel (ssstt…ini rahasia ya…). Ga percaya? Mau bukti? Here (segera diposting). Eh, jangan salah, ga cuma berkemauan keras aja, tapi aku juga pintar dan kreatif. Oiya, aku pernah bersekolah di TK Bandung Raya, SD Negeri Cijerah III (2003), SMP Negeri 1 Bandung (2006), SMA Negeri 2 Bandung (2009), dan NEXT –> FMIPA — Institut Teknologi Bandung (ITB) – Astronomi.

Organisasi. Di SMP, anggota Pramuka (2003), sekretaris HAMKA –Himpunan Aktivis Mushola At-Taqwa (2005-2006). Di SMA, sie Penelitian KIR –Kelompok Ilmiah Remaja (2007-2008), sie Buletin DKM Al-Ikhlas(2007-2008).

Prestasi. Di SD, aku selalu mendapat peringkat 3 besar, trus aku juga pernah jadi peserta lomba puisi se-Bandung Raya. Di SMP, peserta Olimpiade Fisika SMP tingkat Rayon (2004), peserta Parahyangan Fun Science (2005), semi finalis Lomba MIPA tingkat SMP se-Jabar (2006), peserta babak final Kompetisi Matematika Pasiad se-Indonesia II (2006), peserta Mathematics Games III antas siswa SMP se-Bandung Raya (2006), peserta Lomba Cerdas Cermat antar SMP (2006). Baca selebihnya »

Golden Time for you Gals.. ^.^

Judul asli : “Siklus haid, turut menjaga keseimbangan dan kecerdasan wanita”

Kelenjar hormon yang ada pada wanita bahu-membahu bergotong royong untuk memproduksi hormon reproduksi secara seimbang dan sesuai waktu. Oleh karena itu, seorang wanita kemudian akan mengenal suatu siklus yang disebut siklus menstruasi atau siklus haid. Benih calon pemimpin umat yang istimewa juga harus dipersiapkan secara eksklusif.

Dalam satu bulan sel telur tersebut hanya dilepaskan satu kali saja. Rentang waktu yang tercipta dan siklus hormonal yang berulang ternyata terkait dengan serangkaian persiapan lain yang bersifat fungsional. Naik turunnya hormon jadi semacam kalender yang menentukan kapan seorang wanita menjadi jauh lebih cerdas untuk belajar.

Kapan?? Sejak hari terakhir haid sampai pertengahan bulan atau masa pasca ovulasi.
Mengapa?? Karena pada saat itu hormon estrogen dan LH serta sebagian progesteron sedang dalam perjalanan menuju puncak. Perjalanan ini berimplikasi pada terjadinya optimasi kapasitas otak dan proses neuroregenerasi alias pembaharuan sel-sel otak.
Kok bisa?? Ya bisa dong, karena pada saat yang bersamaan terjadi pula regenerasi sel-sel dinding rahim sebelah dalam yang disebut endometrium.

waaaw!

waaaw!

Efek stimulasi pertumbuhan oleh faktor-faktor pertumbuhan bersifat sistemis alias dialirkan melalui pembuluh darah ke segenap penjuru tubuh. Akibatnya, masa setelah haid sampai puncak ovulasi adalah masa-masa seorang wanita mendapatkan kesempatan memperbaiki dan memperbaharui diri. Terkadang haid justru disesali kerena dianggap mengganggu dan membuat tidak produktif, tetapi bagi sebagian yang berilmu haid justru teramat disyukuri, disikapi sebagai nikmat yang sangat berharga bagi seorang wanita.

(diambil dari buku “DNA Cantik” ~ Tauhid Nur Azhar)