Kembali Menulis…

Rasanya udah lama banget ga nulis di blog. Rasanya, beberapa bulan-tahun kemarin hasrat untuk menulis rendah banget, jauh lebih rendah dari pas awal bikin blog ini.

Sibuk? Mungkin. Menyelesaikan 2 tesis dan 2x beban kuliah master, dalam 2 tahun ternyata bukan hal yang mudah. Walaupun tetep bisa dibawa santai juga. Tapi bukan dengan menulis blog. Wkwk.

Sekarang, semua beban udah lepas. *yakin??* *nikah apa kabar? Wkwk* Maksudnya, sekarang saya benar-benar ga punya kesibukan. Ditambah lagi, kemarin baru dapet kabar teman yang meninggal dunia. Dan meninggalkan tulisan terakhir di blognya yang sangat menyentuh, menggugah, menyadarkan. (http://panduwinarta.tumblr.com/post/151181582573/nikmatnya-bernafas-normal).

Gara-gara baca blog beliau, jadi tersadar lagi. Saat pengangguran seperti ini, saya ngerasa diri ini kurang bermanfaat. Gelar sih oke, tapi apa gunanya kalau ga bisa bermanfaat bagi orang-orang. Pengangguran. Fine, asal bisa bermanfaat. Mengisi waktu di rumah dengan membantu pekerjaan ibu dan mencoba membuat beberapa hasta karya. Mencoba produktif. Tapi masih banyak waktu luang yang akhirnya diisi dengan tidur, nonton drama, main game. Ck. Dan kemarin akhirnya baru sadar, ada hal menarik, yang bermanfaat, yang dulu sempat saya gemari, yang sudah terlupakan. Menulis.

Hari ini, saya baca ulang tulisan-tulisan saya sebelumnya. Seru yah *muji diri sendiri* wkwk. Saya merasakan kembali desiran menggebu-gebu ingin melimpahkan pemikiran ini dalam tulisan lagi. Menulis itu skill yang bisa dilatih dan perlu terus diasah. Dan ketika sudah lama tidak dilatih, skill tersebut melemah *naoon coba*. Intinya, saya mau nulis lagii!! Nulis itu seru ternyata!! *barusadarlagi* *akibat pengangguran* Haha.

[?] Pengangguran? Cari kerja atuh!

Udin! *udah maksudnya* Tapi belum ada panggilan, hehe. Jadi ya sabar ajah wkwk.

[?] Katanya mau nikah?

Mau banget!! Tapi..ah.. Seandainya nyari “imam” semudah nyari Polaris di langit utara. Mungkin saya salah tempat. *gatau ngomong apa*

[?] Lanjut S3 aja atuh!

Hmmm.. masih dipikirkan. Sebenarnya saya suka belajar *cieeee*, tapi rasanya nanggung gelar “master” aja rasanya udah berat, apalagi “doktor” ya? Sebenernya saya ga pernah punya cita-cita buat kuliah setinggi itu sih. Tapi emang nothing to lose kalau lanjut. Tapi tapi tapi… ah kan jadi galau.

[?] hmm

udah jangan nanya nanya lagi!! Wkwk initinya saya mau nulis lagi haha.

See you in the next post!! Haha

Jurusan Sains Komputasi ITB

Banyak yang bertanya-tanya tentang jurusan “misterius” ini. Haha. Misterius? Maksudnya, banyak yang ga tau tentang jurusan ini. Sains? Komputasi? Informatika? Computer Science? Fisika? Jurusan tentang apa sih ini? Let me introduce it!

Jurusan ini berada di bawah fakultas MIPA, FMIPA, setara dengan jurusan lain yaitu Matematika (termasuk aktuaria, pengajaran matematika), Fisika (termasuk pengajaran fisika), Kimia (termasuk pengajaran kimia), dan Astronomi. Jurusan ini hanya tersedia pada tingkatan magister dan doktor. Kenapa? Hmm *tarik nafas* Sebelumnya mungkin saya perlu menceritakan apa saja yang dipelajari di jurusan ini.

Pada dasarnya, sains komputasi itu mempelajari sains dengan menggunakan (tools) komputasi. Materi yang diajarkan seputar sains dan metode komputasi. Haha *yaiyalah* wkwk. Berdasarkan pengalaman saya, sains yang dikenalkan lebih banyak tentang hal-hal berbau kuantum dkk. ([[berbau]] *dikiraapacoba* wkwk). Arahnya sebenarnya ingin mengenalkan jenis sains yang bisa dikomputasikan (disimulasikan, dimodelkan), mulai dari skala yang sangat kecil (atom, atau yang lebih kecil –> kuantum), kasar mata (hukum newton dkk.), hingga sangat besar (planet, galaksi, kosmologi, relativitas). Fisika banget ya? Yap karna semua sains dasarnya adalah fisika, iya kan? Di kimia juga ada fisika, di astronomi apa lagi, ga usah ditanya 😂, di matematika banyak ngebahas kasus-kasus fisika juga.

“Sains yang bisa dikomputasikan”. Memangnya ada sains yang tidak dapat dikomputasikan? Hmm. Sains itu ada berdasarkan data dan fakta. Karena curiosity manusia, data dan fakta tersebut dikembangkan untuk mengetahui masa depan, prediksi. Untuk membuat prediksi, pertama kita butuh model kondisi saat ini, dan beberapa waktu sebelumnya. Kita amati hal apa saja yang berubah, apa penyebabnya, dan apa hasilnya. Parameter perubahan tersebut kemudian kita gabungkan dengan data saat ini, dan TADA!! kita bisa memprediksi masa depan. Sederhananya sih gitu. [[sederhana]]. Nah untuk melewati proses-proses tersebut, kita butuh metode, cara, yang efektif dan efisien. Disinilah komputasi dibutuhkan.

Di Matematika kita diajarkan metode analitik dan numerik. Di Sains Komputasi, kita akan belajar keduanya. Atau mungkin lebih tepatnya, kita akan digiring untuk mempelajari hal tersebut. Ini kan jurusan master bro!! Kita bakal banyak dituntut untuk belajar sendiri, kalau mau.

Nah, mungkin ini salah satu alasan kenapa jurusan Sains Komputasi ga ada di tingkat sarjana. Mahasiswa di jurusan ini dituntut untuk sudah tau dasar-dasar terkait sains ataupun komputasi, serta dasar-dasar metode penelitian.

[?] Computational science dan computer science sama atau beda?

Beda. CMIIW. Sepengetahuan saya, di computer science itu belajar terkait sains dibalik komputer. Jurusan ini lebih mirip dengan jurusan elektro atau informatika mungkin. Sedangkan di computational science (sains komputasi) belajar terkait komputasi atas sains. Yaa isinya ga jauh dari bikin model, simulasi, olah data, dll.

[?] Lulusan informatika, ilmu komputer, atau kawan-kawannya bisa lanjut ke jurusan ini ga?

Bisa. Asalkan tau dasar-dasar sains. Dasar-dasarnya aja. Kayak yang dipelajari waktu SMA. Haha. Ga susah kan? 😁 Nanti untuk topik risetnya bisa tentang pengembangan code atau software sains misal. Jurusan ini luas banget lah pokoknya. Ga usah takut😀

[?] Saya lulusan sains, tapi ga ngerti komputasi. Bisa survive disini ga?

Bisa. Asal kamu mau belajar. Di jurusan ini kita ga bakal diajarin bahasa pemrogaman. Hanya metodenya aja, dan bagaimana membangun algoritma. Bahasanya bisa belajar sendiri nanti, learning by doing. Tenang, nanti bakal banyak tugas yang harus diselesaikan dengan bahasa pemrogaman, haha. Kamu bakal banyak latihan disini. Tapi memang lebih baik sebelumnya kamu udah belajar dulu sedikit2 tentang bahasa ini. One step ahead!

[?] Akreditasi jurusan ini apa?

Terakhir sih kabarnya A, sampai Juli 2017. Tapi setau saya B. Haha. Mungkin bisa ditanya langsung ke ITB nya.

[?] Masuk jurusan ini susah ga? Apa aja syaratnya?

Hmm, engga sih kayaknya.  Syarat masuknya standar pendaftaran magister ITB. Nanti bakal ada tes tulis dan wawancara sebelum pengumuman. Kalau saya ga salah inget, tes tulisnya ga susah kok, soal sains (fisika, kimia, matematika, astronomi) biasa, dasar banget lah pokoknya, dan soal pemrogaman dasar (misal disuruh nulis algoritma/program buat bikin bilangan prima, atau buat mengurutkan angka). Percayalah, soalnya sangat dasar. Kalau tes wawancara, ya biasa aja, jawab sejujurnya dan sepercaya diri mungkin aja😀.

Oh iya, di jurusan ini juga ada program yang menggiurkan. “menggiurkan”. Haha. Double degree program (DDP). Program ini hasil kerja sama ITB dengan Kanazawa University (KU) Jepang. Kalau kamu beruntung, kamu bisa ikutan program ini, dan kuliah di Jepang selama setahun full scholarship. [[kalau beruntung]]. Double degree program itu berarti setelah lulus kamu akan mendapatkan double degree, punya dua gelar cuy! Dua sertifikat lulus (dari ITB dan KU), dua gelar (M.Si. dan M.Sc.), dua tempat belajar (setahun di ITB, setahun di KU), (nyaris) dua kali sks normal, daaaaan dua TESIS!!, dua sidang!! Wkwk. Jadi kayak kuliah magister di dua tempat dalam waktu 2 tahun (yang berarti tesis harus diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya, wkwk). Tapi tenang, beban kuliah di program ini akan (tampak) lebih ringan dibanding biasanya [[tampak]]. Kuliah di KU juga ga sesulit kuliah disini. Disana mungkin kamu akan lebih fokus ke riset tesis. Kalau kuliah ya tinggal ikutin aja, kerjain tugas, dan selesai. Ga ada ujian🙂 . TAPI, tiap pekan (atau 2 pekan sekali) ada jadwal bimbingan tesis, jadi harus laporan progres🙂 . Ga susah. Kalau kamu fokus dan bekerja keras pada waktunya, bakal ada waktu main yang panjang banget selama disana. Hahaha *devil*. Ini serius loh.

Dan ada satu program lagi. DDP dengan Spanyol, Universitat de Lleida. Kalau di program ini, kamu cuma perlu bikin 1 tesis. Bedanya lagi, jurusan di Spanyolnya bukan computational science, tapi informatika. Bebannya mungkin lebih berat karna jenis jurusan yang beda yang berarti harus belajar lebih banyak, tapi sedikit diringankan dengan beban tesis yang hanya 1. Disana ga perlu bikin tesis lagi❤.

[?] Gimana cara ikutan program ini?

Pendaftaran program DDP ini dibuka di awal semester ganjil. Jadi kalau mau ikutan program ini, kamu harus daftar magister ITB di semester ganjil (sekitar bulan Juni-Agustus) dan (kalau bisa) harus udah siap2 sebelum pengumuman penerimaan mahasiswa baru, haha. Nanti bakal ada pengumumannya juga. Jadi ya siap-siap aja. Untuk pendaftarannya, dokumen2 standar buat masuk universitas, ditambah sertifikat bahasa Inggris. Setelah itu bakal dipanggil buat tes tulis dan wawancara (langsung dengan Profesor sana). Setelah itu tinggal tunggu pengumuman deh.🙂

Cerita apa lagi ya, hmm, segitu dulu deh. Kalau mau tanya-tanya, silakan ya, ga usah malu-malu🙂

 

 

 

Epilog.

Kalian percaya semua cerita saya di atas? Haha. Emang siapa saya? Wkwk.

All About Ishikawa

Hi!! Long time no see! haha. Today I want to write about my trip in Ishikawa. I was joining tour that held by Ishikawa prefecture government, “Ishikawa Tour”, and it was a very great tour! And here is my story, but sorry I will write this only in Indonesian language.

————————————————————–

Halo halo~ kembali bersama saya, Putri di blog saya tercinta ini.. Yayy !! *naoon* *ceritanya kayak siaran radio* haha..

Sekarang saya mau cerita tentang pengalaman mengikuti Ishikawa Tour. Program ini diadakan oleh pemerintahan Ishikawa, Jepang, departemen pariwisata, untuk mempromosikan daerahnya. Mereka mengundang para mahasiswa internasional untuk mengenal lebih jauh tentang objek wisata di Ishikawa, dan juga berharap kami-kami ini dapat memberi masukan agar Ishikawa lebih populer lagi. Jadi intinya melalui postingan ini saya mau promosi daerah Ishikawa, tempat saya belajar selama 1 tahun terakhir🙂. Buat yang mau ke Jepang, jangan lupa mampir kesini yah. Ada yang bilang kalau udah main ke Ishikwa, udah kayak ngerasain tinggal di keseluruhan Jepang. Kenapa? Check this out!

Eh bentar, Ishikawa itu dimana sih? Lanjutkan membaca All About Ishikawa

Kanazawa, here I am

Only in Kanazawa (Hokoriku area) you can experience Rainbow, Sun, Rain, and Snow just in one day!

Yeah, Here I am! In Kanazawa, Japan. Lovely and beautiful place❤.

Haha, forgive me. I am a tropics people, that never had 4 seasons in a year. In my country, there are only 2 seasons, sunny and rainy. But, in sunny season, you can also have a rain, and in rainy season, you can also have a sun shining. So, in a year, you only have almost the average temperature, no extremely weather.

That why, when I go to Japan, and see cherry blossoms (sakura), green and red leaves falling down, snow, it was so amazing!!

Last time, I was joining Ishikawa tour program, held by Ishikawa prefecture government. We were go to Lanjutkan membaca Kanazawa, here I am

Cinta, Harapan, dan Kenyataan

Welcome to the jungle, they said. Really, hard to believe this. Now I’m twenties (23 exactly). I’m become older. Not child anymore. Now, I should have my own decisions.

Cinta, harapan, dan kenyataan.

Sulit untuk percaya, bahwa hidup, tak semudah yang dibayangkan. Tak semudah menepuk kedua tangan. Apa yang kita harapkan, apa yang kita prediksi, tidak pernah selalu terjadi, not always.

Saya yakin, dan selalu yakin, bahwa apa yang terjadi saat ini pasti adalah takdir, yang telah ditentukan sejak awal. Usaha yang kita lakukan, akan membawa kita ke arah bagian takdir mana yang akan terjadi. Begitu pula dengan “jodoh”. Haha.

Beberapa kali saya berproses, atau hanya hampir berproses untuk menemukan jodoh, namun ketika seseorang itu bukan takdir saya, sekuat apapun harapan saya, kami tidak akan dapat bersatu. Haha. Miris.

Saya ingin menikah.

Harapan ini sudah Lanjutkan membaca Cinta, Harapan, dan Kenyataan

*frustrating* part 3: Two Month Left

Two month and half to go. I am getting nervous. I was not learning much yet. About the language, major lecture (?), plan for next thesis, etc. In this two month, I don’t have many times left to prepare. My time will be used to other things. Ah! It was my mistake, not used the time properly. Watching the movie all day in free time, oversleep, and waste my time. COME TO YOUR SENSES! Eugh, my bad.

Oh pleaseee.. Your next journey is not just a place for ‘play around’. You go there bring the name of your country, city, university, and faith. Don’t take this too easy.

So, what should I do now?

Don’t waste your time anymore. Take your time. Don’t be tempted by the ‘free time’. YOU ARE NOT FREE NOW. Take it seriously. But do it calmly. Keep relax, but not lazy. Fast but not hurry. Yeah. You can do it now. Right now! Yes, right now.

18 January 2015
One day before I must face the reality
The holidays is end!

MPIA Summer Internship: The Fate

After my several “galau” posts, now I want to share my experience story about a…hmm…what should I say, hmm.. opportunity? the fate?  Ya, lets’ say that. It was happened in early of this year.

8 January 2014

It was ~3 month after my graduation day. I still don’t know what I should do now. I mean, I confuse whether I must continued my study, or just married, or work. Then, my supervisor messaged me, and told me that there was information of internship program from MPIA (Max Plancx Institute fur Astronomy) at Germany, the place where my senior, Tri, was working. And, deadline for apply this internship was 1 February 2014. What a great opportunity, right?

So I look the link that my supervisor gave, and suddenly my adrenalin soars. Why?

First,

“The institute proposes students to stay for one to three months (with flexibility). Travel costs are supported and a salary is offered (about 1000€/month, and 820€/month net with full social benefits), as necessary.”

So it was because of money? No, not at all. But I was motivated by the salary. This opportunity was so interesting, you can learn and have experience to do a research and then you get salary for that. Irresistible, right?😀

Second,
In their internship, they provide a theme that similar (or nearly same) with my bachelor thesis. And guess what, the supervisor of that topic is author of my favorite paper. Awwwww… I really want to join his research. Really really really want it!

Third,
It was Max Planck Institute guys!! The famous organization with so many successful researches in Astronomy. Don’t it will be such a great experience if you have been there for research?

And the last, fourth,
It was Germany bro, it was Europe!! I want to have experience to traveling Europe. After Japan, I want to know the culture of European people.

Actually, I have a little worried. I was afraid for being abroad alone. But, let’s try it first. I still have a chance to be selected not alone, since they not accepted 1 person for 1 country.

1 February 2014

So, I was applied this internship in the last minute. For apply this internship, I must sent curriculum vitae, grades, a brief statement about my wishes to do this internship, and TOEFL for non-native English speaker who are not studying in an English-speaking university (if available). Not a difficult requirements, right?

In that time, I was made my motivation letter with a “lebay” statements *haha*. And for the content of email, I write this: Lanjutkan membaca MPIA Summer Internship: The Fate

Official Web Blog