Arsip Kategori: (anggap saja) Puisi

Percayalah, kau dalam lindungan cinta-Nya

Sandarkan lelah hari
Hilangkan duka kala
Kau terluka
Pedih hati

Tak selamanya indah
Kini mungkin akhirnya
Saat duka
Saat lara

Yang sudah berlalu biarkanlah sudah
Tak perlu sesali jangan kau tangisi
Jika asa dan bahagia tak kau rasa
Dengarkanlah dan rasakanlah

Kicau burung berdendang
Nyanyian alam
Riuh bersahutan
Betapa merdunya

Coba lihat dan renungkan
Langit garis tangannya
Hamparan samudra
Betapa indahnya

Percayalah
Kau dalam lindungan cinta
Maha segala Maha

Munsyid: Jamus Kalimasada

Paling suka bagian akhirnya, “percayalah, kau dalam lindungan cinta Maha segala Maha”

Ketika banyak pikiran, banyak yang harus dikerjakan, percayalah itu bukan sekedar beban.

Percayalah, beban itu ada agar kita bisa semakin kuat. Dan percayalah kita bisa menanggungnya, seberat apapun itu. Karena kau berada dalam lindungan cinta Maha segala Maha, Allah swt.

^_^

Iklan

Aku dan Tetap Aku

Aku bukanlah angin yang dapat tegar dalam setiap cobaan.

Aku bukanlah air yang dapat berjalan mengikuti arus.

Aku bukanlah rumput ilalang yang tetap dapat bertahan walau ada masalah besar.

Aku bukanlah pohon yang dapat berdiri kokoh dan melindungi yang lemah.

Aku bukanlah matahari yang dapat memberikan sinar cahaya dengan tulus ke banyak orang.

Aku bukanlah bintang yang berkoloni dan tampak indah, menyejukkan, menginspirasi.

Aku bukanlah bulan yang dapat menjadi penerang dalam kegelapan

Tapi bukan berarti aku tak mau menjadi seperti itu.

Bukan berarti aku tidak bisa menjadi seperti itu.

Aku ingin menjadi seperti burung elang, yang bisa terbang tinggi di langit sana dan bisa melihat keadaan permukaan darat secara sempurna. Dengan begitu aku bisa melihat persoalan secara global dan menyelesaikannya tidak dengan pemikiran yang sempit.

Aku ingin menjadi seperti lebah, yang dapat menghasilkan madu. Dengan begitu aku bisa bermanfaat bagi orang lain.

Aku ingin  menjadi seperti semut, yang memiliki etos kerja yang tinggi, yang mudah bekerja sama, yang peduli pada sesama. Dengan begitu aku tidak akan mudah menyerah dan pekerjaanku akan terasa lebih ringan.

Aku ingin menjadi seperti ulat kupu-kupu, yang dapat berevolusi menjadi kupu-kupu yang cantik. Dengan begitu aku dapat bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik, yang indah dan menyenangkan.

Aku ingin menjadi seperti laba-laba, yang dapat menghasilkan jaring super kuat dengan teknologi dan alat teknis laba-laba yang luar biasa. Dengan begitu aku dapat membangun teknologi yang tak terkalahkan, oleh bangsa Eropa sekalipun. Lanjutkan membaca Aku dan Tetap Aku

Ketika Aku Harus Pergi

Sebuah perenungan hidup
Entah kenapa, akhir-akhir ini aku dihadapkan dengan hal mengenai kiamat dan kematian.

Seminar “2012”
Film “Knowing”
Lagu “Ketika tangan kaki bicara”
Kabar kematian saudara saudara seiman

Semuanya membuatku berpikir
Tentang apa yang akan terjadi suatu saat nanti
Tentang fenomena-fenomena langit yang diprediksi akan terjadi
Tentang fakta ilmiah yang menjelaskan semua itu

Sekali lagi aku merenung
Sekali lagi air mataku menetes
setelah sekian lama..

Oh Rabb..
Aku takut…
Aku takut saat hari itu datang, aku tidak sedang bersamaMu
Aku takut menyia-nyiakan waktuku yang masih tersisa ini
Aku takut aku tak bisa mengemban amanat ini, sebagai manusia di muka bumi
Aku takut karena aku belum bisa sempurna menjaga hijab ini
Aku takut saat aku harus pergi aku tidak sedang mengingatMu
Aku takut saat aku tidur malam ini aku tidak bisa terbangun lagi
Aku takut malaikat pencabut nyawa itu datang dengan muka garang dan dengan kasar mengambil sesuatu dariku
Aku takut membuatMu kecewa
Aku takut suatu saat nanti aku harus mendekam lama di tempat yang panas

Rabb..
Aku benar-benar takut
Tapi tak juga aku meninggalkan hal yang tak Kau suka
Tapi tetap saja aku lalai dari yang Kau perintahkan

Rabb…
Tuntun aku selalu..
Bimbing aku..
Tegur aku kalau itu bisa membuatku sadar dan semakin dekat denganMu..

Rabb..
Bawa aku bersamaMu
Aku ingin Kau bangga menciptakanku
Aku ingin mencintaiMu
Aku ingin menjadi kekasihMu..

Tunggu Aku di Galaksi Impian

Kulihat langit
Hitam, namun tak mencekam
Malam yang penuh bintang
Mereka tampak bersahutan
DamaiAh ya,
Kutatap sekali lagi
Dan disana, tepat di bawah rasi bintang orion
Aku bayangkan dan gambarkan satu galaksi
Ku beri nama, Galaksi Impian
Disana, kugantungkan semua mimpi
Galaksi Impian, akhir dari semua perjalanan, perjuangan,
dan impian

Sungguh aku ingin kesana..
Saatnya aku mengubah orientasi
Kunikmati hari-hari
Kujalani dengan pasti
Dan kini saatnya beraksi

Tunggu aku di Galaksi Impian
Aku akan datang bersama bintang-bintang

Bandung, 30 Juni 2009

di kesunyian kesendirianku

H I B E R N A S I . . .

HIBERNASI…

ga ngurus blog sementara

HIBERNASI…

ujian makin dekat

HIBERNASI…

katanya UN jadi Februari

HIBERNASI…

buat ITB

HIBERNASI…

belajar!

HIBERNASI…

ITB ga main main

HIBERNASI…

Saingannya seluruh Indonesia (atau bahkan lebih)

HIBERNASI…

perlu konsistensi dalam meraih tujuan

HIBERNASI…

aku udah janji ga akan OL lg

HIBERNASI…

untuk beberapa saat sampai ‘jenuh’ benar2 datang

HIBERNASI…

sampai masa2 ujian berakhir

HIBERNASI…

HIBERNASI…

HIBERNASI…

O B S E S I Sang P E J U A N G . . .

Sebuah kehidupan..

Penuh lika liku..

Penuh warna..

Penuh tantangan..

Hingga akhirnya menuju suatu tempat..

Tujuan akhir dari suatu kehidupan..

Tempat akhir dalam suatu kehidupan..

Kehidupan baru yang dimulai setelah kematian..

Mencapainya, bukanlah hal yang mudah..

Semua perlu tahapan..

perlu Usaha

Perlu kesabaran

dan perlu harapan (Do’a)

Ga ada kesuksesan yang gratis

Smuanya penuh Perjuangan..

Bgitu juga dengan masa2 transisi..

dari SMA menuju per-kuliah-an..

Hal yang penting untuk masa depan (kata Ibuku)

Penentuan arah hidup..

Khayalanku pun melayang..

Menangkap Mimpi2 di angkasa yang menjelma menjadi Bintang

Mengubah impian dan harapan menjadi sebuah Obsesi

ITB… FMIPA… Astronomi…

Kan kuraih semua itu!

Kan kubuktikan pada dunia,

AKU BISA!!!

AKULAH SANG PEJUANG!!!

kan kubuktikan,

ini semua bukan cuma mimpi!