All About Ishikawa

Hi!! Long time no see! haha. Today I want to write about my trip in Ishikawa. I was joining tour that held by Ishikawa prefecture government, “Ishikawa Tour”, and it was a very great tour! And here is my story, but sorry I will write this only in Indonesian language.

————————————————————–

Halo halo~ kembali bersama saya, Putri di blog saya tercinta ini.. Yayy !! *naoon* *ceritanya kayak siaran radio* haha..

Sekarang saya mau cerita tentang pengalaman mengikuti Ishikawa Tour. Program ini diadakan oleh pemerintahan Ishikawa, Jepang, departemen pariwisata, untuk mempromosikan daerahnya. Mereka mengundang para mahasiswa internasional untuk mengenal lebih jauh tentang objek wisata di Ishikawa, dan juga berharap kami-kami ini dapat memberi masukan agar Ishikawa lebih populer lagi. Jadi intinya melalui postingan ini saya mau promosi daerah Ishikawa, tempat saya belajar selama 1 tahun terakhir :). Buat yang mau ke Jepang, jangan lupa mampir kesini yah. Ada yang bilang kalau udah main ke Ishikwa, udah kayak ngerasain tinggal di keseluruhan Jepang. Kenapa? Check this out!

Eh bentar, Ishikawa itu dimana sih? haha. Ishikawa itu merupakan salah satu prefecture di bagian barat Jepang. Lokasinya masih agak dekat dengan daerah Kansai (Osaka, Kyoto, Kobe). Kota yang paling terkenalnya adalah Kanazawa. Supaya lebih jelas, bisa cek di Google Map yah, 🙂 .

  •  Noto Area

Daerah pertama yang saya kunjungi dalam program ini adalah Noto area. Lokasinya berada diujung Ishikawa, berbatasan langsung atau bahkan hampir dikelilingi oleh laut. Dan tentunya, makanan laut disini semuanya segar-segar, mulai dari ikan, kepiting, kerang, udang, dll. Khas Jepang. Dan, sepanjang saya di Jepang, pantai yang paling bagus ya di daerah noto ini, walaupun jelas pantai Indonesia lebih awesome! haha.

Tujuan pertama kami kesini adalah ke Wajima Morning Market.  Sesuai namanya, tempat ini adalah pasar pagi, biasanya yang jualan itu kakek-kakek atau nenek-nenek. Yang dijual juga beragam, mulai dari seafood segar, sayuran, kerajinan tangan, sampai perabotan alat makan. Perabotan? Yap, Wajima ini terkenal dengan tempat pembuatan perabotan (khususnya alat makan) dari kayu, seperti mangkok, sumpit, piring, sendok, dll.

Jam 12, waktunya makan siang! kami mampir di salah satu restoran yang paling populer di Ishikawa, “Yabushinbashi”. Halal kah? Who knows, haha. Yang jelas disini ada menu seafoodnya. Dan khas orang Jepang yang ramah, kita tinggal tanya menu mana yang ga mengandung alkohol dan daging2an selain ikan. Maaf ya belum bisa ngasih rekomendasi menu, karena waktu itu makanan untuk semua peserta tour sudah dipesankan sebelumnya, dan menu yang saya dapat, ada dagingnya, haha. Sedih.

Setelah itu kami mengunjungi Wajima Lacquer Shop. Disini kami mencoba menghias sumpit (polos) dengan bubuk emas. Wow! Keren kaan, emasnya asli loh.. Selain itu, disini juga bisa menghias piring, mangkok sendok, atau garpu juga, dengan bubuk emas atau lembaran emas.

Perjalanan selanjutnya adalah pergi ke pabrik mochi! yay! Disini kami mencoba membuat mochi sendiri. Ternyata ga susah loh. Mochi itu terbuat dari nasi. Kemudian nasi yang baru matang dan masih panas itu dimasukkan ke suatu tempat, hmm….kayak uleg-an yang gede. Terus, nasi tersebut dipukul-pukul dengan alat seperti palu besar yang terbuat dari kayu. Setelah dipukul beberapa kali, nasi tadi dibalik dan dibasahi dengan sedikit air, lalu dipukul lagi. Begitu seterusnya hingga nasi tersebut menjadi kenyal dan tidak terlihat lagi bulir-bulirnya. Setelah itu, ambil sebagian nasi, dan bulirkan di atas kacang merah yang sudah dihancurkan, atau di bubuk kacang yang dicampur gula bubuk. Selesai deh, tinggal makan. Katanya, 2 buah mochi itu sebanding dengan 1 mangkok nasi. Haha. Gendut gendut deh :p

Setelah kenyang makan mochi, kami pergi ke sawah, Senmaida Rice Field. What? Sawah? Yes! Lokasi sawah ini ada di pinggir pantai, dan yang bikin keren adalah, sawah ini dihiasi dengan ratusan ribu lampu LED. Jadi kalau main kesini di malam hari, kita bisa lihat iluminasi sawah. Romantis banget deh pokoknya *aww*.

Terakhir, kami menonton pertunjukan drum tradisional “Gojinjodaiko“. Pertunjukan dulu pertama kali dilakukan untuk menakut-nakuti musuh. Pemain drum mengunakan topeng seperti setan dan kostum khusus, yang menunjukkan ekspresi kemarahan.

Destinasi terakhir adalah penginapan! yay! Kami menginap di Shuran no Sato. Disini kami menginap di rumah semacam host family gitu. Seru deh pokoknya 🙂 Summary perjalanan pertama ini bisa dilihat di link youtube ini yah. Enjoy!

kalau link nya ga jalan, cek ini yah:

Selain itu, saya juga pernah mengunjungi light house (mercu suar) di Noto. Disini kamu bisa lihat matahari terbit dan tenggelam dari 1 posisi yang sama. Cool!

Waktu terbaik untuk mengunjungi daerah Noto ini adalah ketika warm season. (spring-summer-autumn)

 

  •  Kanazawa Area

Daerah kedua adalah Kanazawa. Mungkin beberapa diantara kamu udah ga asing dengan daerah ini ya? Kalau belum, perkenalkan, disini tempat saya menghabiskan waktu selama setahun untuk study master . Hehe. Daerah wisata terkenal disini adalah Kanazawa castle, yang terkenal dengan “white roof” nya dan Kenrokuen Garden, yang merupakan salah satu dari 3 taman terbesar dan terindah di Jepang. Bisa dibilang Kanazawa ini bagian “kota besar”nya Ishikawa. Disini, banyak mall, , ada kampus, Masjid, toko makanan yg menjual makanan berlabel halal (impor), banyak restoran, club, bar, cafe, dll. Oh iya, kita lagi ngomongin tempat wisata ya? haha. Ada beberapa tempat menarik yang ga boleh kamu lewatkan kalau main ke Kanazawa. Oh ya, menariknya, hampir semua tempat wisata di Kanazawa itu letaknya berdekatan. Untuk pindah ke tempat wisata yang lain bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki saja.

Pertama adalah Kanazawa Castle. Dari sini kita bisa lihat Matahari tenggelam juga loh. Ini momen yang pas banget buat kamu yang suka fotografi scene romantis *blush*. Pas dibelakan Castle ini, ada sebuah taman kecil, “Gyokusen-en Garden“, yang indaaaaah banget, seperti ada di lukisan!

Gyokusen’in Garden. Gyokusen’in GardenKonon katanya ini dulu taman yang dibuat untuk istri Raja gitu ya kalau ga salah? Haha, lupa. Lanjut ya, geser dikit dari Kanazawa Castle, ada Kenrokuen garden.  Disini banyak spot-spot buat foto juga, haha. Dari sini juga bisa lihat keseluruhan kota Kanazawa, gunung-kota-pantai, semuanya terlihat.

Kenrokuen Garden Kenrokuen Garden

Geser dikit lagi, kita bisa main ke 21st Century Museum. Museum abad ke 21. Yang paling terkenal disini adalah, kita bisa foto-foto dari bawah kolam, ataupun foto orang yang (seperti) ada di dalam kolam. Disini juga ada lift tanpa tali, tapi memepergunakan prinsip Archimides.  Ada banyak teknologi-teknologi yang disatukan dengan seni disini yang bisa kita nikmati. Keren!

Oke geser lagi, ada semacam kota tua. Disini ada rumah-rumah para samurai dulu tinggal. Kita bisa masuk ke rumahnya, dan melihat isinya. Buat kamu yang pernah nonton historical drama Jepang, worth it banget deh kesini.

Samurai house area Samurai house area

Disekitar daerah ini juga ada tempat-tempat yang asik buat bikin ataupun hanya membeli oleh-oleh khas Jepang.

Making Oden

 

  • Kaga Area

Kawasan daerah terakhir di Ishikawa adalah Kaga. Bagi para saintis, tempat terkenal disini adalah JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology), salah satu perguruan tinggi di Jepang.  Tapi buat kamu yang hobi jalan-jalan, disini ada gunung yang indah buat dikunjungi baik di musim panas, peralihan, ataupun dingin, yaitu gunung Hakusan. Di musim panas dan peralihan, kita bisa naik sampai ke puncak gunung Hakusan yang memiliki tinggi hanya sekitar 2,700 meter. Pemandangan paling cantik adalah ketika sakura dan momiji (red maple leaf). Sedangkan di musim dingin, banyak hal yang bisa kita lakukan disini. Apa aja? Ini yang akan saya ceritakan.

Hakusan area

Dari pengalaman di Ishikawa Tour beberapa pekan yang lalu, saya melakukan perjalanan dan beberapa kegiatan seru di daerah Kaga city pada waktu winter season. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Shirayama Shrine. Konon katanya, tempat ini merupakan kuil shinto tertua di daerah Ishikawa. Apa yang bisa kita lakukan disini? Haha, bagi kita yang beragama, mungkin kita hanya bisa foto-foto, melihat orang Jepang berdoa, juga melihat apa yang dikerjakan oleh para pendeta. Melihat pendeta di kuil ini, saya merasa seperti ada di dalam dorama Jepang! Haha. Jadi pengen foto bareng pendeta, wkwk, lupakan.
Shirayama Shrine Shirayama Shrine
Tempat kedua yang kami kunjungi adalah tempat pembuatan sake. Tidak ada yang menarik disini. Lanjut ke tempat selanjutnya, yaitu Niwaka studio. Disini kita bisa mencoba untuk membuat salah satu mie khas Jepang, Mie Soba. Setelah membuat, kita juga bisa merasakan mie olahan kita sendiri lho! Dan ternyata membuat Soba ini tidak sulit, hanya butuh kesabaran, haha.

Making Soba Making Soba

Tempat selanjutnya adalah tempat yang paling menarik dari keseluruhan tour ini, yaitu Bunaozan Observatory. Disini kita bisa mengamati kehidupan liar beruang, monyet, burung, dan juga hewan liar lainnya. Selain itu, kita juga bisa mencoba menggunakan Kanjiki, sepatu salju, untuk berjalan ditengah tebalnya salju, jalan menanjak seperti sedang mendaki gunung, kemudian turun dengan meluncur diatas salju. Seruuu!!! Setelah itu, kita juga diajarin bikin boneka salju, yukidaruma. Sambil jalan ke tempat bus, kita main snowball fight! haha..  Buat yang mau main ke Hakusan saat winter, harus banget nyobain kesini deh!

Kanjiki Bunaozan Observatory

Snowman

Tempat terakhir yang dikunjungi adalah, jeng jeng… Snowman festival! Lokasinya di daerah Shiramine. Kegiatan ini selalu diadakan setiap tahun, dan cukup terkenal di daerah Hokoriku Jepang. Disini kita bisa melihat berbagai macam bentuk dan ukuran boneka salju. Mulai dari yang kecil hingga besar sebesar mobil, dan juga dari bentuk vending machine hingga minions-nya “despicable me”. Haha. Katanya, setiap keluarga di daerah tersebut wajib membuat boneka salju di depan rumahnya masing-masing, yang merepresentasikan keluarga mereka. Keren deh pokoknya. 🙂

Snowman festival Snowman festival Snowman festival

 

Terakhir (yang ini beneran terakhir, hehe), adalah Onsen *yaaay*. Kami menginap di penginapan onsen, Shiramine Onsen Gozenso. Satu kamar bisa untuk 3-4 orang, dengan model kamar yang Jepang banget. Fasilitas di kamar ada kasur ala jepang, tv, teh hijau, baju ala jepang (mungkin kimono), sikat gigi, dan handuk. Sayangnya, di kamar ini hanya ada toilet dan wastafel, tanpa kamar mandi. Kalau mau mandi, hanya bisa di Onsen nya saja. Buat yang belum tau apa itu Onsen, Onsen adalah semacam tempat pemandian air panas. Semua yang masuk ke tempat ini harus tanpa busana sama sekali *aww*. Di tempat ini juga ada tempat showernya juga. Jadi aturannya, sebelum masuk ke onsen, kita harus membersihkan badan terlebih dahulu di tempat shower ini. Ketika itu saya panik, karena ingin mandi, tapi tidak ingin melihat atau melihat dalam keadaan “seperti itu”. Jadinya, saya datang kesana pagi-pagi sebelum semua orang datang, dan kilat menyelesaikan kepentingan sebelum ada orang. And yeah! Finally I tried Onsen! hahaha.. Banyak yang bilang belum ngerasain Jepang kalau belum nyoba onsen. And yeah, akhirnya setelah hampir 1 tahun disini saya mencobanya, walau sebentar haha, sudah cukup, haha.

Shiramine onsen

Oke demikian lah laporan perjalanan saya selama mengikuti Ishikawa Tour.

————————————————————–

This all, my report about my tour in Ishikawa. Thanks a lot for all Ishikawa Tour’s organizer that arrange this awesome trip for us.  I really enjoy my trip in Ishikawa! See you again!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s