Ilmu Pengetahuan yang Terintegrasi

Ada kalanya saya galau sebagai mahasiswa astronomi. Sampai detik ini, setidaknya saya telah belajar tentang astronomi selama hampir 2 tahun. Tapi ketika bertemu dengan orang umum yang bertanya tentang astronomi, saya jadi malah merasa, selama 2 tahun ini saya telah belajar apa saja? Seperti apa yang telah saya pelajari itu hanya seperti minyak angin saja, yang hangat dan berbau hanya dalam waktu yang sebentar, setelah itu menguap kembali. Ketika berbincang dengan alumni astro, ketika bertemu dengan dosen dan tiba-tiba ditanya tentang konsep dasar astronomi, serasa otak ini kosong. Astaghfirullah, kemana saja saya selama ini? ke hatimu.., gubrak. Galau galau galau. >.<

Saya jadi teringat, salah seorang alumni astro pernah mengatakan, kalau ilmu pengetahuan itu bukan sekedar ilmu yang kita dapatkan, kemudian lulus ujiannya, dan selesai. Bukan! Ilmu pengetahuan itu adalah suatu ilmu yang terintegrasi terhadap ilmu lainnya. Contohnya, persoalan fisika dapat diselesaikan dengan ilmu matematika sebagai metodenya. Kalau di astronomi, ada mata kuliah yang bernama Termodinamika, ada juga Listrik Magnet. Kedua mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah wajib dari program studi fisika. Awalnya saya merasa mata kuliah itu tidak ada sangkut pautnya dengan astronomi, lantas mengapa harus dipelajari, susah pula -__-. Tapi ternyata saya baru menyadarinya ketika mengambil mata kuliah Proses Astrofisika, serta Gravitasi dan Kosmologi, dan juga kuliah lanjutan lainnya. Mata kuliah dari fisika itu dijadikan sebagai dasar kuliah lanjutannya, Maka ilmu yang didapatkan dari kuliah fisika itu tidak boleh dilupakan, karena akan terpakai kembali.

Salah seorang dosen manajemen inovasi mengatakan bahwa persoalan ini terjadi mungkin akibat penerapan sistem SKS. Sehingga kebiasaan seseorang terhadap ilmu menjadi berubah. Paradigma mahasiswa sekarang (atau mungkin cuma saya aja?) mungkin sudah berubah orientasinya. Kalau dulu, orang-orang kuliah karena benar-benar ingin mendapatkan ilmu, bukan sekedar mencari gelar. (iya ga sih?). Tapi kalau sekarang, kuliah sudah menjadi tuntutan bagi setiap orang yang ingin memiliki jaminan hidup. Berarti capaian yang diharapkan adalah gelar sarjana, sebagai tiket untuk bekerja. Mungkin hanya segelintir orang sih yang berpikir seperti itu, atau mungkin juga banyak. YAng pasti, yang saya rasakan, ketika menjalani kuliah, tuntutannya adalah lulus dengan nilai yang baik. Bukan dengan pemahaman yang benar, merasuk ke dalam jiwa halah.Β 

Tapi ga ada gunanya juga kita menyalahkan keadaan. Yang perlu saya kita lakukan adalah memperbaiki keadaan, memperbaiki diri. Yosh! semangat!!! πŸ™‚ JAngan menyerah, masih banyak bintang di langit πŸ˜€ (ga nyambung :p)

Iklan

5 thoughts on “Ilmu Pengetahuan yang Terintegrasi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s