Jangan Lebay, Put!

Kali ini aku ingin bercerita, berbagi hikmah dan sedikit curhat..

Suatu hari, belum lama ini, aku meradakan ke-futur-an yang amat sangat. Eh, kau tau apa itu futur? Em, sebut saja lemah iman. Ya, iman ku sedang turun.

Ketika itu, aku merasa malas untuk melakukan sesuatu. Ketika itu, aku jauh dari Al-Quran. Ah, barangkali ketika itu setan sedang sibuk bersorak sorai, malaikat di sebelah kiri ku sibuk mencatat, dan malaikat disebelah kananku terdiam tak mencatat kecuali sedikit saja.

Ketika itu, aku banyak memilih meninggalkan majelis ilmu dengan alasan yang sebenarnya tidak syar’i. Aku terlena, tenggelam jauh dalam “kenyamanan” dunia. Aku mulai terperosok, jatuh. Dan itu sakit. Ketika itu, aku belum menyadari dengan spenuhnya akan keterperosokanku.

Beberapa hari berikutnya, aku berjalan menuju salman untuk menjalankan aktivitas rutin. Sebut saja sedang menjalankan “amanah rutin”. Di salman, aku bertemu dengan teman-teman gamais, mata, dan orang-orang shaleh lainnya. Melihat mereka, menyadarkan ku bahwa aku sudah terlalu jauh. Ya, aku mulai sadar bahwa aku sedang terperosok. Aku sedih dan mencoba untuk bangkit. Berat. Terlalu berat.

Setelah itu ada daurah. Daurah yang biasanya meningkatkan motivasiku secara drastis. Tapi tidak untuk yang kali ini. Apa mungkin karena aku terperosok terlalu jauh? Entahlah. Tapi ketika itu aku kembali disadarkan. Bahwa aku sedang jatuh. Ketika itu pula aku mencoba untuk bangkit. Masih berat.

Selintas terbesit sesuatu dalam pikiranku.

“Mana teman-temanku yang lain?

Mengapa tak ada yang peduli dengan diriku?

Katanya ukhuwah, tapi kemana mereka??

Mengapa mereka membiarkan diriku sendiri?

Hey, aku butuh motivasi. Ingatkan aku, tegur aku! Aku butuh itu!”

Ya, ketika itu aku kecewa. Dan aku mulai mencari motivasi dari tempat lain hingga suatu hari aku menemukan beberapa buku. Aku membacanya sekilas. Lagi-lagi aku disadarkan, bahwa motivasi terbesar adalah berasal dari dalam diri.

Ah ya, aku pun mulai memperbaiki diri. Mulai bangkit dan kembali melengkapi target amalan yaumiah.

Hari ini, aku melihat banyak maksiat dibanyak tempat. Salah satunya adalah di angkot ketika sedang dalam perjalanan pulang. Aku melihat ada seorang perempuan dan laki-laki sedang duduk berdua. Di pojok tempat duduk. Aku yakin bahwa mereka belum menikah, karena mereka masih berpakaian sekolah. Ah, aku risih melihatnya, apalagi menceritakannya. Intinya mereka melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan di tempat umum, apalagi oleh anak seumuran mereka. Ah, menyebalkan.

Sebelumnya aku juga melihat kejadian yang serupa di sekitaran kampus. Sebelumnya lagi, temanku juga menceritakan hal yang serupa di sekitaran salman! Astaghfirullah..

Ketika itu, aku mulai menyadari kembali. Setelah beberapa hari kemarin aku labil dan menanti motivasi dari saudara-saudara yang lan. Setelah aku kecewa pada mereka, aku sadar. Bahwa orang lain, diluar diriku, masih banyak yang membutuhkan motivasi itu. Masih banyak yang butuh nasihat agar maksiat itu tak terulang lagi. HELLO PUT! Ga usah lebay deh. Ga cuma kamu yang butuh motivasi dan nasihat itu. Ga cuma kamu yang jatuh. Masih ada yang lebih parah. Dan mereka semua butuh kamu, butuh kalian, butuh kita.

Ketika kita sibuk menuntut orang lain untuk memberi sesuatu kepada kita, harusnya kita sadar bahwa kitalah yang harus memberi. Jika semua orang berpikir untuk menerima, maka siapa yang akan memberi?

Ah ya, ini saatnya aku bangkit. Allah punya banyak cara untuk mengingatkan setiap hambaNya. Allah punya cara yang tepat dalam menyayangi hambaNya.

 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Terjemahan Quran Surat Al-Ashr: 1-3)

 

Bandung, 18 Februari 2011

And I try to grow up again
Althougt its heavy,
But i’m sure, i can
Must be!

Iklan

3 thoughts on “Jangan Lebay, Put!”

    1. iya put, maafin riry ya (eh?)

      maafin ami juga put..
      Mungkin kadang2 kita yang harus berani menyampaikan pada teman2 bahwa kita sedang butuh dijaga (ami juga masih susah banget ngelakuin ini)..
      Kadang ingin teman2 lebih peka, langsung mengerti kondisi kita,, tapi pada akhirnya kecewa, dan tersadar, kalo saudari2 kita tak punya indra keenam, tak bisa baca perasaan dan fikiran orang lain,,mereka cuma punya cinta.. Cinta yang akan membuat mereka sekuat tenaga menjaga kita ketika tahu kita sedang butuh dijaga.. 🙂

      Mari saling menjaga dan mengingatkan ^^
      Semangat pu:-*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s