Tentang Sebuah Asa di Astronomi

Ini tentang sebuah asa di astronomi.

Dulu aku mau masuk astronomi hanya karena hal yang kecil. Bukan karena aku suka, apalagi jago. Tapi hanya karena aku ingin tahu. Bahkan dari awal aku memutuskan memilih astronomi, aku benar-benar belum terbayang apa itu astronomi, akan menjadi apa aku nanti dengan ilmu astronomi ini.

Masa sma terlewati dengan obsesi tanpa sebab. Obsesi ingin masuk astronomi. Ah ya, alasan lain aku ingin masuk astronomi adalah agar ketika kuliah, aku bisa terus mengingat Allah, Sang Pencipta jagad raya ini. Dan satu lagi adalah karena katanya kuliahnya mendapat beasiswa. Haha.

Tapi ada satu pertanyaan besar dalam benak ku. “Mau jadi apa nanti aku dengan astronomi?

Sebelum hari ini, aku masih menyimpan pernyataan itu tanpa jawaban. Aku berusaha membiarkan pertanyaan itu mendekam di kepalaku hingga suatu saat nanti bisa terjawab dengan sendirinya. Aku masih ingin berjalan, mengalir seperti air. Walaupun banyak batu yang menghalang, tapi aku masih yakin di depan sana ada sebuah ujung yang indah dan menjanjikan.

Aku selalu saja merasa bingung dan bimbang setiap kali ada yang bertanya, “kenapa milih astronomi?” atau, “nanti kerjanya apa?” atau, “dari sana nanti jadi apa?”. Aku hanya bisa menjawab dengan senyuman tanpa arti. Karena aku sendiri bingung akan menjadi apa. Kadang juga aku katakan bahwa aku akan menjadi seorang ilmuwan, atau professor. Tapi aku sendiri masih menyangsikannya. Dalam bayanganku, ilmuwan ataupun professor itu haruslah bekerja keras siang malam agar penelitiannya berhasil. Benar-benar tidak terbayang akan jadi apa aku nanti. Akan memberi manfaat apa aku nanti terhadap ITB, atau Bandung, atau Indonesia, atau bahkan dunia. Dan aku hanya menyimpan pertanyaan itu dalam dalam. Berharap suatu saat nanti pertanyaan itu akan terjawab dengan sendirinya.

Hari ini, sekelebat pertanyaan itu muncul lagi. Dan secara tidak sadar aku mempertanyakannya kepada salah seorang temanku yang sama-sama menuntut ilmu di astronomi Itb.

“apa sih hebatnya astronomi? Apa sih yang bisa diberikan oleh mahasiswa astronomi. Iri deh kalau lihat mahasiswa lain, yang bisa secara nyata memberikan kontribusinya kepada masyarakat luas”

“wah, kamu harus membedakan antara engginer dan scientist”

“anak kimia juga scientist, tapi mereka bisa ngasih kontribusi misalnya bikin obat. Anak fisika juga scientist, tapi mereka bisa bikin instrument-instrumen yang berguna dalam dunia industri saat ini. Anak matematika juga scientist, tapi mereka bisa bikin analisis-analisis yang emang benar-benar terpakai langsung di masyarakat. Nah, astronomi apa?”

*Ini nih yang menarik*

“kamu tau mendel?”

“em, tokoh genetika..”

“nah, tau ga gimana ceritanya dulu sampai dia bisa jadi seorang tokoh?”

“em..”

“haha..kacang kapri itu loh. Kan ada yang warna merah, kuning, hijau. Ada yang bulat, keriput, dll..”

“oh iyaa..terus?”

“Nah, terus dia cuma iseng ngawinin silang tanaman itu. Terus dia ngitung-ngitung hasil percobaannya dan jadi sebuah analisis tentang gen. Dan kamu tau apa tanggapan orang-orang ketika itu? Dia dicemooh. Orang lain ga nganggep hasil temuannya. Dan dia bilang apa coba?”

“em..”

“cuma ingin tau aja..”

“woo..”

“bahkan dulu beberapa hasil temuannya itu dibakar. Sampai beberapa pulih tahun kemudian ada orang yang blab la bla

“nah, kita lihat sekarang coba gimana pentingnya genetika dalam teknologi. Salah satunya itu nanoteknologi. Dan kamu lihat gimana berkembangnya teknologi itu sekarang kan..”

“ah, iya. Terus kalo contoh di astronomi apa?”

“kita ini seolah-olah masih bayi. Yang memang belum berkembang. Yang mungkin suatu saat nanti, entah kapan itu, mungkin yang kita lakukan sekarang, yang sepertinya cuma hal yang “ga berguna” ini bisa jadi suatu dasar dari perkembangan dunia nanti di masa depan. Yang sekarang kita lakukan ini memang hanya karena alasan ingin tahu. Dan itu cukup.”

“em..”

Dan pembicaraan ini terhenti karena kami telah sampai di tempat tujuan.

Sejenak aku berpikir, mungkin aku disini belum bisa memberikan kontribusi instan kepada masyarakat. Tapi disini aku, kami, para mahasiswa yang kelak akan menjadi ilmuwan. Yang kelak, entah kapan itu, akan membuat dunia menjadi lebih maju. Seandainya dunia keillmuan ini adalah sebuah konsep membuat film, maka ilmuwan adalah produser, atau scrip-writer. Dan para engginer adalah aktris dan aktornya. Aku yakin semua yang aku dapatkan disini tidak sia-sia. Tidak hanya sekedar ilmu yang tak terkembangkan. Walaupun asa saat ini hanyalah rasa ingin tahu. Dan mungkin ini cukup. 😀

 

Bandung, 9 Februari 2011

dalam perjalanan dari kantin bengkok menuju sekre H*

Iklan

2 thoughts on “Tentang Sebuah Asa di Astronomi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s