About Cooking and Me

Bismillah.. 🙂
Hohoho.. lucu deh kalo diinget-inget. Dulu aku ga suka masak. Atau karena emang belum waktunya untuk suka kali ya? Haha..

Pertama kali aku masuk dapur itu pas SD kelas 2 atau 3, aku lupa. Saat itu ibuku sedang sakit. Lalu aku “mencoba” untuk mambantunya dengan mencuci piring. Karena meja dapur itu tinggi, dan ketika itu sudah agak sore dan gelap, aku menjatuhkan gelas, dan pecah. Aku pun menangis *betapa cengengnya akuu..haha*. Bukan, aku nangis bukan karena gelas jatuh dan melukai anggota tubuhku. Tapi karena takut dimarahin *merasa bersalah*. Tapi ternyata aku ga dimarahin. Hoho.. Setelah kejadian itu, aku mulai diajari mencuci piring, saat liburan.

Oke, kita kembali ke memasak. Aku tidak ingat kapan aku memulai membantu ibu di dapur. Seperti anak-anak lainnya, aku hanya diperbolehkan untuk membantu mengupas bawang saja (emang anak lain juga gitu? *unsure* Haha). Aku pun beranjak remaja, dan aku mulai dipercaya. Aku mulai bisa memasak air, mie, dan nasi. Hingga akhirnya aku lulus SMP.

Liburan dari SMP ke SMA lumayan lama. Aku punya kesempatan untuk belajar membuat hal-hal baru. Salah satunya memasak. Aku tak mencoba, hanya melihat. Seperti biasa, aku mengupas bawang, sambil melihat ibuku menyiapkan bahan-bahan lain. Lalu aku hanya melihat bagaimana ibuku memasak. Tanpa mencoba.

Kelas 1 SMA, ayah dan ibuku pergi selama kurang lebih 40 hari. Aku ditinggalkan berdua dengan kakakku di rumah. Tentunya harus ada yang memasak. Hoho. Entah mungkin karena sudah fitrahnya wanita itu suka memasak, saat itu skill ku meningkat. Ketika memang itu banyak kiriman makanan ke rumah. Tapi tetap saja aku ingin memasak. Hohoho… makanan favorit kerika itu adalah nasi goring. Dengan berbagai variasi, aku memasaknya menjadi nasi goreng special. Ketika itu juga aku membeli buku resep masakan. Aku mencoba beberapa resep diantaranya. Tak kusangka, aku bisa memasak. Hoho..

Setelah orangtua ku pulang, aku pun kembali ke rutinitas biasa. Ke sekolah setiap hari, pulang, belajar, dan tidur. Tidak ada agenda memasak dalam hidupku. Aku mulai sibuk di SMA dengan urusan akademik dan organisasi. Hingga aku lulus SMA.

Liburan kembali datang, dan aku kembali berkreasi. Aku belajar membuat kue. Tapi aku merasakan bahwa memasak itu membuang waktu. Apalagi memasak kue. Haha. Bayangkan saja, aku memasak kue membutuhkan waktu sekitar 4jam. Tapi dengan cepat kue itu bisa habis begitu saja. Aku lebih suka membuat kreasi yang lain. Misalnya membuat benda dari barang-barang bekas, ataupun barang baru. Hal itu lebih aku sukai karena hasilnya nyata dan akan tetap ada di depan mataku. Tak akan habis oleh nafsu lidah. Haha.

Tapi memang mungkin sudah fitrahnya wanita kali ya. Sampai saat ini aku tetap suka memasak. Tapi bukan masak kue. Haha. Aku suka memasak makanan pokok. Aku suka mengkreasikannya. Bukan makanan yang biasa. Tapi makanan yang luar biasa. Menyulap bahan makanan yang seadanya menjadi sajian makanan yang super. Mungkin kalau ada orang yang melihat bagaimana dan dengan aku memasak, dia akan berpikir bahwa makanan itu aneh. Tapi biasanya orang itu tidak mengetahui. Dan ketika mereka memakannya, mereka akan mengatakan, “hm… enak put!”, woow, super sekali. Bahkan sering kali aku tak menyangka bahwa aku bisa memasak seperti itu. Bakat dari lahir kyanya. Hoho. Alhamdulillah. 🙂

Home,
8 January 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s