“Perjalanan, Kehilangan, dan Perbekalan”

“Assalamu’alaikum. Mengingatkan tugas2 tim konseptor YT…(bla..bla..bla..)… Kumpul lagi tanggal 8  jam 8 Insya Allah.”

Begitu isi SMS dari seseorang yang sebenarnya ga aku kenal, namanya YS (inisial aja :D). Okelah, setidaknya aku tau kumpul apa itu. Dan aku pun udah merencanakan untuk datang. Tapi tenyata beberapa orang ga bisa ikut kumpul, soalnya lagi di luar kota. Dan malam sebelum tgl 8, YS ngajak conference di YM. Tapi ternyata ga jadi karena ga pada confirm.

8 juni 2010, pukul 05.57

Aku masih bingung. Hari ini jadi kumpul atau engga.

“YS, hari ini jadi kumpul ga?”

“insya Allah”

Weks, jawabannya ga jelas. Insya Allah iya ato Insya Allah engga?? Yaudah deh, telat aja. Ceritanya pundung. **Haha. Dasar labil**. Dengan setengah hati aku berangkat. Sekalian juga nanti di salman mau ketemu sama orang. Ada janji. Dan aku pun berangkat.

Pukul 08.15

YS: “jadi ikut?”

Aku: “iya, tapi masi otw”

Jadi ikut?? emang mau kemana? hemhemhem..

Pukul 08.43

Aku: “afwan sy telat parah, ada yang harus diurusin dulu tadi.”

YS: “iya, parah. Sekarang posisi dimana?”

Aku: “masih di jalan. Ah nyebelin, baru nyampe sana paling cepet 30 menit lagi”

YS: “di jalam mana? Tau angkot caringin sedang serang?”

Aku: “di cijerah. Iya, sy lagi naik angkot ini”

YS: ”Naek yang ke arah caringin aja lgsg. Turun di deket komplek cibolerang, deket caringin.”

Trus aku bingung. “lho, emangnya mau kemana???” kirain agendanya di salman. Mau bahas tentang… em,, apalah itu, mungkin rapat. Nah lo, bahkan aku sendiri ga tau ke salman mau ngapain. Ke cibolerang? Itu mah deket atuh dari rumah aku. Hheu, bukannya bilang dari tadi. Tapi aku yang salah juga sih, ga nanya tadi. Dan aku masih bingung, “emang mau kemana??”

Akhirnya aku turun angkot dan segera menuju lokasi.

YS: “Tar naik angkot caringin, turun di caringin, dket jalan satria raya. Trus dari sana tar mungkin ada yang jemput ato gimana buat ke dalemnya. Bisa kan? Soalnya akhwatnya tinggal kamu sendiri. Yang lain udah berangkat bareng rombongan SMAnya.”

Dan aku masih bingung, ini mau kemana. Bukannya malah nanya, aku langsung meluncur ke lokasi.

Komplek Cibolerang Blok … No… (sensor :p)

Sebelum nyampe sana, sempet tanya2 orang sekitar.

“Pak, alamat ini dimana ya?”

“oh, nu pupus tea nya?”

“hah?” sambil bingung aku ngangguk2 aja.. siapa yang meninggal? Oh, mungkin yang tadi malem, ada sms, ayahnya F meninggal. Tapi aku ga kenal siapa itu F.. -.-“

Sampai di lokasi, aku masih bingung. Terlihat sekumpulan anak gamais, tapi ikhwan semua. Akhwatnya manaaaa? Arrrghh… ga lama setelah itu aku menemukan mereka! Ya, teman-temanku.

Sekilas itu yang terjadi hari ini. Tanpa diduga, aku takziyah ke rumahnya salah seorang teman yang sebenarnya belum kukenal. No matter. Cuma ya asa gmanaaaa gt. Yang ngelayat ke sana itu kebanyakan temen SMAnya (yg akhwat). Kalo yang ikhwan sih banyak dari gamaisnya juga. Ya wajarlah ya, F kan ikhwan. Hheu.

Tapi, terlepas dari itu semua, ada beberapa hal yang menarik disini.

Aku udah lama ga ngelayat orang yg meninggal. Terakhir, hm, kapan ya, bahkan aku pun ga inget..

Tadi, aku ngerasa merinding. Suatu saat nanti pasti aku juga ngerasain yang namanya kehilangan seseorang yang dicintai. Tapi aku masih ga berani ngebayangin, sanggup ato engga. Aku suka takut. Mungkin wajar ya, kalau seorang manusia itu punya rasa takut kehilangan. Tapi aku ini anak manja, super manja. Aku takut kalo nanti aku… ah.

Apa yang kita punya sekarang, apa pun itu, bukan sepenuhnya milik kita. Dunia ini maya, hina, dan ga ada apa-apanya. Ayah, ibu, kakak, harta, jabatan, kekuasaan, itu semua cuma titipan. Ga layak kalo kita sedih berlebihan karena kehilangan semua itu.

Ada analogi yang cukup bagus, hidup ini kayak tukang parkir. Dia punya banyak mobil yang datang silih berganti. Wow, punya banyak mobil dan mobilnya itu ganti-ganti. Tapi, setiap ada mobil yang pergi, tukang parkir itu ga pernah sedih. Karena dia tau itu bukan mobilnya. Mobil mobil itu Cuma titipan! Ya, Cuma titipan.

Hal itu yang sekarang lagi aku tanamkan dalam-dalam di jiwa yang terdalam (halah). Apapun yang terjadi, minumnya teh b*to* so**o. eh, salah. Pokoknya apa yang kita punya sekarang, itu cuma titipan. Kasarnya, ini semua cuma media yang disediakan agar kita semakin memperbanyak amal.

Jadi teringat juga, esensi dari daurah mata’ (DP2Q 2) kemarin. Harus siap dengan perbekalan sendiri. Ga ada yang namanya berangkat dengan perbekalan kelompok atau orang lain. Kalau bekalnya ga cukup, ga boleh nerusin perjalanan. Cuma orang-orang yang punya perbekalan yang cukuplah yang bisa meneruskan perjalanan.

Aku sempet ngebayangin. Kalo tiba ajalku, setelah kiamat nanti, seluruh amal dihisab. Aku bersama orang-orang terdekatku. Sama-sama dihisab. Dari jauh, aku lihat teman-temanku udah mulai berjalan ke arah Jannah-Nya. Dan ketika tiba giliranku, seandainya sekarang aku lalai dan masih saja bersantai-santai, lalu ternyata amal (perbekalan)ku kurang, dengan sedihnya aku ga bisa ngelanjutin perjalanan ke surga (na’udzubillah). So, aku jadi tersadar. Aku ga boleh lalai lagi, mulai sekarang. Tulisan ini sebagai bukti, janji, dan saksi kalo aku bertekad untuk mulai menyiapkan perbekalan. Merancang dan melaksanakan semuanya, seutuhnya, dan semampunya. Supaya nanti, aku bisa ikut bersama calon penghuni surga yang lain. Berjalan bersama mereka, menuju Jannah-Nya yang luar biasa indah. 🙂

Bismillah. semoga aku, dan kita semua bisa istiqomah dijalan yang Allah ridhoi.. aamiin..

Bandung, 8 Juni 2010 10.31

Iklan

8 thoughts on ““Perjalanan, Kehilangan, dan Perbekalan””

  1. Syukron put,,bagus ^^

    3 tema ini (perjalanan, kehilangan, dan perbekalan) sama2 lagi “hot” di fikiran ami,,hheu..

    mengalahkan tema yang lagi “hot” di masyarakat.. 😀

    Tetap semangat!! Saling mengingatkan 🙂

  2. hho, untung saya gak mengalami cerita serupa.. 😀
    nanya sama beliau nah harus jelas, saya sering banget sms gak nyambung dengan beliau..
    hhe

    saya juga sms nanya hal yang sama, tapi koq beda tanggepan y..?!
    hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s