Ga tau kenapa.. Tapi kenapa ya?

Ga tau kenapa, hari ini seneng banget. Tapi kyanya karena tadi pas praktikum berhasil.. hihi..
saya mau cerita..
beberapa hari kemarin saya keseeel banget. (ga nyambung ama prolognya.. :p)

//hm,, nulis di blog kyanya emang paling asik deh. Bukan berarti saya mau ngeluh-ngeluh masalah. Curhat? mungkin iya. Tapi lebih ke berbagi cerita aja kali ya? ga curcol bgt.. But it’s from the true story..trust me.. hehe..//

Jadi gini, awalnya saya dan salah seorang teman saya (sebut saja namanya G) ditawari ikut semacam lomba karya ilmiah gitu.. Asalnya sih saya tertarik, tapi rada ga yakin.. “emang bisa?” Tapi karena support dari teman saya ini, akhirnya kami mencobanya. Sebelumnya saya dan G sudah pernah membuat suatu karya ilmiah berdasarkan riset. Tapi waktu itu kami hanya menjadi anggota. Yaa begitulah kira-kira, jadi setidaknya kami sudah memiliki sedikit pengalaman..

Kami pun membaca ‘aturan main’ dari perlombaan itu. Ternyata untuk lomba yang kami ikuti, satu tim dianjurkan beranggotakan mahasiswa yang berasal dari(minimal) dua angkatan yang berbeda. Ya,, oke lah ya, kami pikir mugnkin kami juga masih butuh bimbingan dari orang yang lebih senior, sebagai pemimpin. Ziing.. Bingung, nyari satu orang lagi. Siapa ya angkatan atas yang mau dan bisa. Akhirnya saya ingat ada dua orang yang sedikit saya kenal (sebut saja namanya D dan A), dan mungkin bisa diajak. Waktu itu saya belum tau terlalu dalam siapa orang-orang itu, asal ajak aja, yang kenal. Ya, saya memang memilih yang belum terlalu kenal. Dari dua kandidat itu, D adalah oarng pertama yang saya hubungi. saya tunggu beberapa saat untuk jawabannya. Buyi SMS belum juga muncul. Tapi tiba-tiba ada yang nelpon, malem-malem gini? angkat aja deh, barangkali penting.. zzzz… ga ada suaranya,, dan terputus. Trus bunyi lagi, dan ternyata dari D, dia menyetujui tawaran saya.

Hari berlalu.. Kami bertiga pun mulai merancang, mencari bahan untuk tema bahan karya ilmiah. Oiya, sebelumnya saya kenal D itu di dunia maya aja, sangat sangat jarang ketemu apalagi ngobrol di dunia nyata. Jadi pas pertemuan pertama ini perbincangan sangat sangat kaku dan tampak formal. hheu. Setelah pencarian tema, akhirnya kami berhasil memutuskan satu tema. Walau setelah itu terpikir tema lain, tapi kami tetap kembali ke tema awal.

Seiring dengan waktu, D banyak cerita tentang kegiatannya. Ternyata, dia adalah komandan (semacam pemimpin gitu) dari divisi (atau apalah namanya) yang merekrut dan mengurus para mahasiswa teladan di kampus. Kriterianya diliat dari akademik, ruhiyah dan jasmani (yang saya tangkap dari penjelasannya sih gitu..). “Wow! Dahsyat! Berarti dia orang hebat dong?” itu kesan awal saya. Dan ternyata lagi, dia itu orang dengan mobilitas yang tinggi. Orang sibuk. Banyak ikut kegiatan. Akibatnya, rada susah kalo mau nyari waktu buat ngerjain karya ilmiah ini. Tapi tak apa lah, masih ada waktu-waktu irisan dari kesemuanya.

Awal tahun menyapa dan kami masih biasa-biasa saja. Belum ada progres yang signifikan dari saat penentuan tema. Saya dan G menunggu inisiasi dari D untuk memulai pertemuan lagi, karena saya pikir dialah yang pantas jadi ketua dalam tim kami. Kenapa? Karena dia satu-satunya laki-laki dan dia lebih senior daripada saya gan G. Sepekan berlalu dan tidak ada kabar. Akhirnya saya yang memulai, menghubunginya dan membuat janji. Kami sepakat, bertemu di hari Selasa, ba’da dzuhur di kantin. Saya masih ingat, waktu itu hujan. Ketika itu sebenarnya saya dan G ada agenda rutin, tapi masih bisa ditinggal, karena sudah janji dan susah lagi untuk mencari waktu irisan seperti ini. tik..tok.. Pukul 1 siang, D tak kunjung muncul juga. Saya dan G ada kuliah lagi jam 2, dan sudah harus siap-siap menuju kelas paling tidak 15 menit sebelumnya. Saya coba SMS, ga ada balasan. “Wah, jangan-jangan ga ada pulsa,,” Saya coba telpon, ga diangkat juga. “mungkin dia lagi sibuk, lagi rapat mungkin ya”. Sampai jam 2 kurang masih belum ada kabar juga, akhirnya kami memutuskan untuk ke kelas.

Jam 3 sore di hari yang sama, D ngeSMS, katanya tadi dia ketiduran.. Oww.. Akhirnya kami janjian lagi, besok, hari rabu, jam 1 di kursi selasar sebuah masjid dekat kampus. “Jangan tidur lagi ya..”. Keesokan harinya, kami bertemu dan mulai merancang timeline untuk dua bulan kedepan sampai tiba masa pengumpulan karya. Juga sedikit membahas konsep yang akan kami bahas di karya ilmiah itu. Ketika itu, kami sudah sepakat hari rabu jam 1 siang adalah hari kami untuk mengerjakan karya ini.

Pekan depannya, D bilang kalau dia ada keperluan jam 1, dia minta agar kami bisa kumpul jam 11. Berhubung ketika itu kesehatan saya sedikit terganggu, saya ga liat HP, saya baru sadar ada SMS jam 11.30-an. Sebelum sempat saya balas dengan jelas, HP saya mati, habis batre.huha. dan beberapa saat kemudian saya mulai tak sadarkan diri, tergeletak di mushola dalam kampus.. saya terbangun menjelang jam 2, ada kuliah lagi. Di kelas, saya ga bisa fokus, dan akhirnya tidur lagi aja.. hehe. Sorenya saya bertemu dengan G, meminta maaf untuk kejadian siang tadi, saya menghilang tanpa kabar. Dan kami memutuskan untuk melanjutkan agenda yang tadi terabaikan besok di jam dan tempat yang sama. Tapi diluar dugaan, besokya saya ga bisa bangun dari tempat tidur, agenda kembali ditunda. Malamnya kami memutuskan untuk online bareng, ngerjain online. Sukses, walaupun yang didapat hanya pembagian tugas untuk didiskusikan di pertemuan selanjutnya.

Hari berlalu setelah kejadian ini, D menjadi susah dihubungi. Awalnya saya dan G mencoba mencari sejuta alasan logis yang mungkin terjadi sampai sampai D ga muncul di waktu dan tempan yang telah kami sepakati. Masalahnya D ga ngasih kabar sedikitpun.

Sejujurnya saya kesal. Saya dan G juga punya agenda dan kegiatan lain yang terlanjur ditinggalkan untuk memenuhi janji ini. Tapi apa yang terjadi? Sang pemuda yang telah dipercaya menjadi ketua menghilang tanpa kabar. Ga cuma sekali dua kali, ah. Lagi lagi kami mencari sejuta alasan sampai tiba titik jenuh. Dan dia pun membalas SMS, dan kami bertemu, mendiskusikan rancangan karya kami. Ketika itu saya bermuka masam karena terlanjur kesal yang tertumpuk selama beberapa hari kemarin. Ya, saya juga salah, mungkin selama ini saya terlalu dominan, sok ngatur. Tapi saya punya alasan, saya ga bisa diem aja nunggu instruksi dari sang ketua yang tak kunjung datang, karena kami dikejar  waktu… Dan sejak saat itu, D makin makin ga ngerespon saya. Dihubungin sih bisa, tapi saya ga mau, soalnya SMS aja ga dibalas. Saya tunggu beberapa hari, tak juga dibalas. Saya coba sapa di dunia maya, ga bisa juga.

Saya itu orang yang paling ga suka dibuat menunggu tanpa kabar yang jelas. Okelah kalau mau menunggu, tapi jelas, mau datang jam berapapun, saya tunggu.. Karena dengan begitu selama menunggu saya bisa melakukan sesuatu yang lain. Seengganya saya ga ngebuang waktu percuma, cuma buat nunggu. Tapi biasanya, kalau orang yang ditunggu udah dateng, rasa kesal saya memudar dan terlupakan. Kecuali kalau orang itu melakukan hal yang sama berulang ulang kali. Saya jadi kesal!! Sayangnya saya ga bisa marah. Kalau marah biasanya saya diam sejuta bahasa. Tapi kadang juga saya mikir, kalau saya diam, dan dia juga diam, gimana masalah bisa selesai?

Akhirnya saya coba bicara, tapi ga ditanggapi. Ga tau kenapa, tapi kenapa ya? Mungkin dia sibuk. Tapi bilang dong kalo sibuk, biar jelas. Bilang kalo ga bisa kumpul. Bilang kalo ga sanggup nerusin lagi.. Menunggu dalam ketidak-jelasan itu wasting time Bro..!

Hari ini, ya, tepat hari ini, tadi siang saya dan G ktemu sama D pada jarak sekitar 5 meter, dia juga liat kami berdua, tapi dia malah pergi menjauh. Okelah, saya ambil kesimpulan dia lagi ga mau diganggu. Ga masalah sih buat saya. Kalau dia mau mundur, yaa, terserah.. Tapi kalau mau tetep lanjut, oke oke aja, asal jelas, tapi ga sebagai ketua, maaf ya, tapi saya terlanjur kecewa dan ga bisa percaya lagi. Saya ga mau dengan seenaknya ngehapus namanya dalam karya ini, karena sedikit banyaknya dia udah ngasih kontribusi. Silakan aja dia yang memilih.

At least, saya ga mau nyerah gitu aja. Saya ga mau putus asa cuma karena kehilangan satu personil. Saya dan G akan terus berjuang, memaksimalkan ikhtiar. Karena impian saya masih menanti di depan sana.. 🙂

Jangan pernah remehkan imipian setinggi apapun. Sungguh Allah Maha Mendengar. Stelah itu, lakukan perjuangan dengan prinsip berusaha diatas rata-rata yang dilakukan orang lain. Ya,sedikit saja lebih baik dari orang lain. Kemudian, “Man jadda wajada”, siapa yang bersunggguh-sungguh, ia akan berhasil..

~[novel] Negeri 5 Menara~

Iklan

2 thoughts on “Ga tau kenapa.. Tapi kenapa ya?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s