Aku dan Tetap Aku

Aku bukanlah angin yang dapat tegar dalam setiap cobaan.

Aku bukanlah air yang dapat berjalan mengikuti arus.

Aku bukanlah rumput ilalang yang tetap dapat bertahan walau ada masalah besar.

Aku bukanlah pohon yang dapat berdiri kokoh dan melindungi yang lemah.

Aku bukanlah matahari yang dapat memberikan sinar cahaya dengan tulus ke banyak orang.

Aku bukanlah bintang yang berkoloni dan tampak indah, menyejukkan, menginspirasi.

Aku bukanlah bulan yang dapat menjadi penerang dalam kegelapan

Tapi bukan berarti aku tak mau menjadi seperti itu.

Bukan berarti aku tidak bisa menjadi seperti itu.

Aku ingin menjadi seperti burung elang, yang bisa terbang tinggi di langit sana dan bisa melihat keadaan permukaan darat secara sempurna. Dengan begitu aku bisa melihat persoalan secara global dan menyelesaikannya tidak dengan pemikiran yang sempit.

Aku ingin menjadi seperti lebah, yang dapat menghasilkan madu. Dengan begitu aku bisa bermanfaat bagi orang lain.

Aku ingin  menjadi seperti semut, yang memiliki etos kerja yang tinggi, yang mudah bekerja sama, yang peduli pada sesama. Dengan begitu aku tidak akan mudah menyerah dan pekerjaanku akan terasa lebih ringan.

Aku ingin menjadi seperti ulat kupu-kupu, yang dapat berevolusi menjadi kupu-kupu yang cantik. Dengan begitu aku dapat bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik, yang indah dan menyenangkan.

Aku ingin menjadi seperti laba-laba, yang dapat menghasilkan jaring super kuat dengan teknologi dan alat teknis laba-laba yang luar biasa. Dengan begitu aku dapat membangun teknologi yang tak terkalahkan, oleh bangsa Eropa sekalipun.

Aku ingin menjadi seperti kecoa, yang dapat mempertahankan hidup lebih lama. Dengan begitu aku memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki hidupku.

Aku ingin menjadi seperti landak, yang memiliki daya ingatan yang kuat. Dengan begitu aku mudah belajar sesuatu yang baru.

Aku ingin menjadi seperti kucing, yang manja, lucu dan menggemaskan, serta disayang kebanyakan orang. Dengan begitu akau dapat memberikan kebahagiaan pada orang lain

Aku ingin menjadi seperti bunglon, yang dapat berubah warna sesuai tempat yang didiaminya. Dengan begitu aku dapat beradaptasi dengan cepat.

Aku ingin menjadi seperti beruang, yang kuat dan besar. Dengan begitu aku dapat tetap hidup dalam kondisi yang tidak biasa.

Aku ingin menjadi seperti berang-berang, yang ulet dalam bekerja.

Aku ingin menjadi seperti tupai, yang dapat melompat lebih tinggi.

Aku ingin mrnjadi seperti ikan teri, yang selalu hidup secara berkelompok. Dengan begitu aku bersama kelompokku dapat menjadi suatu kesatuan yang kokoh, yang saling menjaga dan melindungi.

Aku ingin menjadi seperti kancil yang cerdik dan banyak akal. Dengan begitu aku tak mudah untuk dipermainkan.

Aku ingin menjadi seperti burung beo, yang pintar dalam bercakap-cakap. Dengan begitu akau dapat dengan mudah dalam bersosialisasi.

Aku ingin menjadi seperti wildebis yang dapat berlari dengan cepat.

Aku ingin menjadi seperti merpati yang tak pernah lupa jalan pulang walaupun telah terbang sedemikian jauhnya. Dengan begitu aku dapat selalu ingat darimana aku berasal.

Aku ingin menjadi seperti belut yang licin. Dengan begitu aku selalu dapat berhasil keluar dari masalah.

Aku ingin menjadi seperti ayam jago, yang selalu berkokok saat fajar tiba. Dengan begitu aku dapat selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Aku ingin menjadi seperti unta yang memungkinkan dapat bertahan hidup tanpa air dan makanan, dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Dengan begitu aku dapat tegar dalam setiap masalah yang menghadang.

Aku ingin menjadi seperti cicak yang dapat menempel dan merayap di dinding. Dengan begitu aku dapat memantau kejadian secara rahasia (hehe).

Aku ingin menjadi seperti nyamuk yang menyerupai pesawat tempur serta dipersenjatai alat pelacak panas, gas, kelembaban dan bau, bahkan mampu “melihat sesuai dengan suhu”, yang membantunya menemukan mangsa dalam kegelapan. Dengan begitu aku dapat lebih bisa memahami situasi dan kondisi di tengah kekacauan.

Aku ingin menjadi seperti kunang-kunang yang dapat menghasilkan cahaya, tanpa timbulnya panas cahaya. Dengan begitu aku dapat memberikan kebaikan pada orang lain, bukan keburukan.

Aku ingin menjadi seperti lalat yang walaupun terlihat buruk, namun dapat menyembuhkan penyakit. Dengan begitu aku tak akan melihat seseorang dari tampang luarnya saja.

Aku ingin menjadi seperti kadal basilisk yang ahli berjalan di atas air. Dengan begitu aku dapat tetap bertahan di atas suatu masalah yang dianggap berat oleh kebanyakan orang.

Aku ingin menjadi seperti kangguru yang dengan sabar menggendong anaknya. Dengan begitu aku dapat lebih memberikan perhatian dan penjagaan kepada amanah yang telah diberikan padaku.

Aku ingin menjadi seperti siput, yang memiliki rumah sendiri. Dengan begitu aku dapat hidup lebih mandiri, tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Aku ingin menjadi seperti rayap yang dapat mengkonstruksi rumahnya sebagai proyek arsitektural dengan ukuran lebih dari 300 kali ukuran tubuhnya dan memiliki sistem yang canggih. Dengan begitu aku dapat menyejahterakan hidup orang banyak.

Aku ingin menjadi seperti kelelawar yang memiliki sistem navigasi “sistem sonar” untuk memastikan bentuk objek di sekitar berdasarkan pantulan gelombang suara. Dengan begitu aku dapat lebih peka dengan kehidupan disekitarku.

Aku ingin menjadi seperti burung albatros yang memanfaatkan angin saat terbang berjam-jam di langit. Dengan begitu aku dapat memanfaatkan segala karunia yang telah Allah berikan. Begitulah salah satu cara mensyukuri hidup.

Tapi,

Aku tidak ingin menjadi seperti kecoa yang mudah stress, yang selalu berkeliaran kesana kemari tanpa tujuan yang jelas.

Aku tidak ingin menjadi seperti monyet yang rakus dan serakah.

Aku tidak ingin menjadi seperti tikus yang dianggap merugikan karena dapat menyebarkan penyakit dan selalu memakan apapun yang mereka temui.

Aku tidak ingin menjadi seperti ular yang meresahkan para warga.

Aku saat ini adalah refleksi aku di masa lalu

Aku esok hari adalah refleksi aku di hari ini

Aku bukan sedang berangan-angan

Aku bukan sedang bermimpi

Tapi aku sedang berusaha untuk memperbaiki aku di saat ini

Kembali menapaki jalan menuju tujuan awal

Aku saat ini, bukanlah aku yang dulu, bukan pula aku yang lain

Aku adalah aku

Aku yang telah dan akan bertransformasi

Dan aku tetap akan menjadi aku, yang lebih baik

Semoga saja..

Bandung, 5 Januari 2010

With a big smile, for my future

Referensi:
http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan17.php
http://www.harunyahya.com/indo/buku/mengagumkan/mengagumkan_04.htm

Share

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s