Nikmat Ilmu itu…

 

19 Desember 2009

 Saya mendapat tugas untuk mewawancara seseorang. Saya dan teman saya memilih untuk mewawancara seorang pedagang di depan masjid Salman. Aa Dani, ya begitulah namanya, adalah seorang muslim sejak lahir. Beliau pernah belajar mengaji saat masih kecil. Namun karena terlalu menyepelekannya, hingga saat ini beliau tidak pernah lagi memelajari Al-Quran, bahkan membaca Al-Quran dengan benar pun tidak bisa. Ketika kami menanyakan apa itu tahsin, beliau mangatakan bahwa dirinya masih begitu awam, tidak mengerti istilah itu. “Saya mah paling cuma tau (hafal) surat-surat pendek kayak Al-ikhlas, yang gitu-gitu aja.. Tapi ga tau huruf-hurufnya kayak gimana, ga tau cara baca yang benernya kayak gimana..” ujarnya. Aa Dani ini memiliki keinginan yang besar untuk memelajari Al-Quran kembali, namun beliau malu untuk memulainya. “Mau nanya teh suka malu Neng, udah gede masa belum bisa,” katanya. Saat kami akan mengakhiri wawancara, beliau bertanya,

A Dani: “Kalau mau belajar Quran gitu harus di pesantren ya? Pesantren kilat gitu Neng?”

Kami : “Oh, biasanya di ta’lim ta’lim juga ada A.. Kalau mau, nanti kalau ada yang buat belajar Quran, insya Allah kami infokan lagi ke Aa.. “

A Dani: “Mau banget Neng..”

Demikianlah hasil wawancara saya. Ada hikmah yang dapat diambil dari kisah ini. Tentang “bersyukur”, khususnya untuk saya sendiri. Saya dilahirkan muslim sejak kecil dan dididik dengan pendidikan agama. Salah seorang murabbiyah saya pernah bilang, kalau Allah itu memilih hamba-Nya untuk diberikan nikmatnya ilmu. Ketika saya sedang merasakan malas yang luar biasa dalam menuntut ilmu, dan saya mengikuti rasa malas itu, jangan-jangan Allah telah mencabut nikmatnya ilmu itu bagi saya. Semoga kisah ini dapat mengingatkan saya selalu. Masih ada orang yang sangat ingin mendapatkan ilmu, namun karena berbagai keterbatasan membuat dirinya tidak mendapatkan nikmat itu.

Untuk siapapun, yang pernah merasakan nikmat ilmu.. “Lagu Ini Hari Ini”

“Lagu Ini Hari Ini”

-Akbar feat Syah Brother-

Hey kawan

Dunia kita memang berbeza

Jalan kita melencong dan lurus

Namun matlamat kita tetap sama

Jadilah insan yang tulus

 

Hidupku aku yang rasakan

Bukan seperti yang kau andaikan

Tak seindah yang kau anggapkan

Tapi cukup untuk kudendangkan

 

Lagu ini

Aku tulis hari ini

Sekadar hanya untuk sendiri renungi

Bukan saling menyalahi

Tiada sebab yang tersembunyi

 

Duniaku tak seindah pandanganmu

Namun cukup untuk kudendangkan padamu

Lagu ini hari ini

 

Mereka semua tak peduli

Apa yang telah aku lalui

Ada yang hanya tahu mengeji

Syukur masih ada yang mengingati

 

Kawan, lihat diri ku ini

Kita hanya beza rupa hakikatnya sama

Tak terhindar salah padaNya

Bukankah kita telah berjanji pada Dia

Untuk saling menyayangi

KasihNya bawa kita ke sana. ke sana. ke sana

 

Duniaku tak seindah pandanganmu

Namun cukup untuk kudendangkan padamu

Lagu ini hari ini

Untuk kita renung kembali

Bila tiba masanya nanti

Apakah kau masih mendengar

Lagu ku ini

 

Ingatlah kita suatu hari nanti

Semua pasti pergi tiada terkecuali

Pergi ke sana menempui Guru sejati

Dia yang bersemayam di arasy yang abadi

Waktu itu lagu ini tiada erti lagi

Dan pastinya tiada yang mendengari

Asalkan siapa yang ada sekarang

Bisa menilai yang boleh dan yang terlarang

Janji dari Ilah mu pasti hadir

Dunia ini pasti berakhir

Ingatlah wahai semua musafir

Hari yang akhir

Hari yang akhir

Kian menghampir

Kian menghampir

Duniaku tak seindah pandanganmu

Namun cukup untuk kudendangkan padamu

Lagu ini hari ini

 

Sejati di arasy yang abadi

Musafir. Musafir. Musafir.

Ingatlah. Ingatlah

Hari yang akhir

Kian menghampiri

Kian menghampiri

Iklan

One thought on “Nikmat Ilmu itu…”

  1. Yup!! Betul banget!! Tetap bersyukur atas apa yang terjadi ke kita!!

    “Ketika berada di atas jangan lupa untuk melihat ke atas, dan ketika kita berada di bawah, jangan lupa untuk melihat ke bawah” ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s