Bedah Stres _ Enjoying Ur Life

Bedah stres, Yuk!

Stress? Setiap orang pasti pernah ngerasainnya. Karena setiap orang pasti punya masalah. Tapi sebenernya apa sih stres itu? Kenapa dia bisa ada? Dan apa akibatnya? Nah, sekarang saya mau ngajak kalian untuk menjelajah ke dunia stres. Supaya kita bisa mengendalikan stres biar ga merugikan kehidupan kita.

Yuk kita bedah stres!

Eits, sebelum itu aku mau cerita dulu, pengalaman pribadi…hhe

Pas aku umur 2 tahunan (kalau ga salah) aku diajak ke pasar baru sama ibu, trus aku liat ada boneka susan (tau kan?). Nah aku pengen banget tuh boneka, tapi harganya mahal, jadi ga dibolehin sama ibu. Trus aku nangis sekeras-kerasnya. Bayangin aja, di tempat umum gitu loh! Haha, cari perhatian aja nih si aku. Ga lama setelah itu, aku sakit. Suhu badannya tinggiii banget. Trus sama ibu, aku dibawa ke dokter spesialis anak. Aku diperiksa sama dokternya, perut aku dipegang-pegang gitu, aku ga suka, trus aku tendang deh itu dokter. Hha, nakal ya.. Ga sampe disitu ceritanya, aku dikasih obat sama dokter, pas aku minum obatnya, suhu tubuhku jadi turun drastis. Dari yang panas banget, ni jadi dingiiin, kaya orang yang udah mau mati (lebay, tp beneran). Dan dalam keadaan seperti itu, aku bilang ke ibu dengan suara yang sangat lemah, “Ibu, kalau puti udah sembuh nanti beliin dede’ dorong dorong yah…”. Aku bilang kayak gini bikin serem semua orang yang ada disekitarku. Katanya udah kayak pesan terakhir sebelum kematian aja. Tapi akhirnya aku dibeliin boneka itu, tapi yang versi liliputnya, hehe. Setelah itu, aku jadi sembuh. Heho, dan ternyata sifatku yang satu ini (berkemauan keras) terus terbawa sampai besar. Setiap aku ingin sesuatu dan menurutku itu logis dan bisa untuk kudapatkan, sebelum aku bisa meraihnya atau setidaknya ada kepastian untuk meraihnya, aku biasanya sakit. Ternyata akhir akhir ini aku baru tau kenapa hal itu bisa terjadi. Ketika aku menginginkan sesuatu dan belum kudapatkan, aku jadi sedikit stres.

Stres muncul ketika terjadi penyesuaian pada tubuh yang menyebabkan korteks serebri (bagian otak untuk berpikir) memberi tanda bahaya kepada hipotalamus (otak tengah). Saat itu, terjadilah rangsangan pada sistem saraf simpatis yang menyebabkan perubahan pada sistem tubuh, diantaranya: denyut jantung bertambah cepat, tekanan darah meningkat serta tubuh mudah mengeluarkan keringat. Bila stres tidak lagi terkontrol, maka kelenjar adrenal akan mengeluarkan kortikoid yang menyebabkan hambatan pada sistem pencernaan, reproduksi bahkan respon kekebalan.  Jadi bukan hal yang aneh ketika orang memikirkan sesuatu dan tidak menemukan penyelesaiannya, orang itu jadi stres. Dan bukan hal yang aneh juga kalau orang yang banyak pikiran itu jadi stres dan kemudian malah menjadi sakit.

Nah, itu biasa. Tapi ada yang luar biasa. Check this out!

Ditengah-tengah kepala kita terdapat sebuah kompleks yang memproduksi kebahagiaan, kesedihan, harapan, ketakutan, kecemasan dan juga kasih sayang, cinta, kekecewaan, serta kebencian. Kompleks itu disebut sistem limbik, sebuah sistem otak yang mengintegrasikan kepekaan rasa, pengolahan memori, pengendalian emosi, dan meregulasi pola-pola belajar seorang manusia. Sistem limbik ini memiliki tiga komponen utama, yaitu: Talamus (organ penerima, penyesuai, pemancar sinar dari dan keputusan di kulit otak), Hipokampus (pusat belajar, penyimpanan memori positif [kebahagiaan, kegembiraan, keindahan], serta pusat manajemen data), dan Amigdala (organ sentral yang menerima, mengolah, dan mengirimkan kembali sekumpulan data negatif, faktor penyeimbang dengan bertindak sebagai pemicu aktivitas reaksional manusia)

Kondisi stres itu sebenarnya terkait dengan pekanya reseptivitas dari sel penghasil neurotransmitter (zat kimia penghubung sel dan otak) yang bekerja dalam jejaring hipokampus. Simpelnya, “jalur bahagia” itu lebih peka daripada “jalur sengsara”. Maka akan banyak  nikmat yang dirasakan.. Tapi sebaliknya, kalau setiap data menstimulasi jalur sengsara, maka respon stress lah yang akan dirasakan..

Bagi orang yang suka menempuh jalur sengsara, maka bagian otak yang dominan akan bekerja adalah Amigdala. Orang-orang seperti ini biasa berkeluh kesah, bersikap tergesa-gesa dan agresif. Mereka terjebak ke dalam kondisi mengingkari nikmat Allah dan cenderung membuat kerusakan demi memuaskan diri mereka sendiri. Akibatnya, hidup mereka jadi tidak bahagia dan tingkat  ketidakbahagiaan mereka itu meningkat secara eksponensial sepanjang mereka terus bekeluh kesah. Sifat pengeluh itu akan menurunkan kreativitas akibat pikiran yang dipenuhi oleh kekhawatiran dan kecemasan. Dan sifat tersebut lama-kelamaan akan berpengaruh pada ketahanan tubuh yang akan menyebabkan mudah sakit.

Lain ceritanya bagi orang yang memilih untuk menempuh jalur bahagia dengan Hipokampusnya. Mereka adala orang yang penyabar dan pandai mensyukuri nikmat Allah. Para penyabar itu memiliki energi kreatif yang berlimpah karena tidak ada hal yang mereka khawatirkan dan dicemaskan. Aktif dan pekanya hipokampus akan mendorong munculnya karateristik gelombang alpha dan theta.

Gelombang alpha: 8-12 siklus per detik. Pikiran dan tubuh rileks, memori jangka panjang teraktivasi, dan proses belajar menjadi menyenangkan serta mudah dimengerti.

Gelombang theta: 4-7 siklus perdetik. Tahap terjdinya relaksasi dalam, munculnya kreativitas tinggi disertai pencerahan yang inspiratif, serta akses menuju alam bawah sadar pikiran (mind sub conscious)

Ketenangan dan kedalaman proses spiritual yang ditandai dengan terdeteksinya gelombang otak tingkat alpha dan theta seolah bukti nyata dari firman Allah dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 7:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Rasa syukur memang terbukti akam berbuah kenikmatan yang berlimpah. Mulai dari nikmat psikologis (bebas stres), nikmat cerdas, nikmat sosial, sampai nikmat sehat. Sebaliknya, jika keluh kesah, cemas, dan kecewa yang kita install ke dalam pikiran, maka azab yang pedih jua lah yang akan kita petik sebagai buahnya. Naudzubillah..

Selamat datang di jalur hipokampus, bengawan kegahagiaan dimana semua rasa syukur bermuara,dan riak cinta berkumpul menjadi telaga !

Referensi: Tauhid Nur Azhar  “DNA Cantik”

Ditulis: 23 Juli 2009

Diterbitkan: 16 Desember 2009 (dengan beberapa perubahan)

Iklan

3 thoughts on “Bedah Stres _ Enjoying Ur Life”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s